Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Industri Film Indonesia Diproyeksi Sumbang USD 9,8 Miliar ke PDB Nasional pada 2027

Nurista Purnamasari • Selasa, 28 Oktober 2025 | 02:13 WIB
Industri film memiliki peran strategis dalam ekonomi nasional.
Industri film memiliki peran strategis dalam ekonomi nasional.

RADAR SURABAYA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut bahwa sinema bukan hanya ruang ekspresi budaya, tetapi juga motor pertumbuhan ekonomi kreatif.

Fadli mengungkapkan bahwa industri film Indonesia diproyeksikan menyumbang hingga USD 9,8 miliar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada tahun 2027.

Dalam keterangan tertulisnya, Fadli Zon menyampaikan bahwa performa industri film Indonesia terus meningkat secara signifikan.

Pada tahun 2024, lebih dari 150 film lokal diputar dan menarik lebih dari 80 juta penonton, menguasai 70% pangsa pasar domestik.

Hingga Oktober 2025, jumlah penonton telah mencapai 77 juta, menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten.

Fadli menekankan bahwa pencapaian ini bukan hanya soal jumlah penonton, tetapi juga dampak ekonomi yang luas.

“Industri film Indonesia bukan lagi pelengkap hiburan, tapi kontributor nyata terhadap PDB nasional,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa sektor ini membuka lapangan kerja baru, mendorong ekspor budaya, dan memperkuat identitas nasional di panggung global.

Industri film Indonesia kini berdiri sebagai sektor strategis yang tak hanya memperkaya budaya, tetapi juga memperkuat ekonomi nasional.

"Kami juga bangga bahwa industri film Indonesia terus tampil di berbagai festival internasional seperti Cannes, Venice, Berlin, Busan, dan Rotterdam. Pembuatan film Indonesia mendapatkan penerimaan global karena mampu menceritakan kisah yang menginspirasi," jelas Fadli.

Proyeksi kontribusi sebesar USD 9,8 miliar terhadap PDB pada 2027 menjadi bukti bahwa sinema adalah investasi masa depan.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan antusiasme masyarakat, Jakarta dan Indonesia berpeluang besar menjadi pusat sinema Asia. (rls/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#penonton #film #industri film #Menteri Kebudayaan #pdb #industri kreatif