Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BRI Perkuat Akses Hunian Terjangkau, Jaga Kualitas Pembiayaan KPR Subsidi

Muhammad Firman Syah • Senin, 20 Oktober 2025 | 17:21 WIB
Photo
Photo

Jakarta – Dalam upaya mendukung program Asta Cita yang menargetkan peningkatan kesejahteraan rakyat melalui penyediaan hunian layak dan terjangkau, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya sebagai bank penyalur utama Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi di Indonesia. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen BRI dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sekaligus menjaga kualitas portofolio kredit secara berkelanjutan.

Hingga akhir Agustus 2025, BRI telah menyalurkan KPR Subsidi kepada 107.244 penerima manfaat di seluruh Indonesia dengan total outstanding sebesar Rp14,65 triliun. Sekitar 97% di antaranya berasal dari skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang menjadi bagian dari Program 3 Juta Rumah pemerintah untuk menyediakan akses pembiayaan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa dalam menyalurkan KPR Subsidi, BRI selalu menerapkan prinsip kehati-hatian. Setiap pengajuan kredit, kata dia, melalui proses assessment yang ketat untuk memastikan calon debitur memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan.

“Dalam memberikan kredit, tentu ada proses assessment dan ketentuan yang harus dipenuhi. Dari situ, kami bisa melihat secara realistis mana yang layak diberikan pembiayaan dan mana yang belum,” ujarnya.

Pendekatan ini menjadi kunci dalam menjaga kualitas pembiayaan tetap sehat. Hal itu tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) KPR Subsidi BRI yang tetap terjaga dengan baik.

Dari sisi pendanaan, BRI juga memastikan kesiapan penuh untuk menopang pembiayaan perumahan rakyat. Pada triwulan II 2025, likuiditas BRI tercatat kuat dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) di level 84,97%. Kondisi ini menunjukkan ruang likuiditas yang memadai untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Tambahan likuiditas sebesar Rp55 triliun dari pemerintah pun semakin memperkuat kemampuan BRI dalam menyalurkan pembiayaan hunian bersubsidi.

Meski demikian, Hery mengakui tantangan dalam pembiayaan perumahan masih cukup besar, terutama karena backlog perumahan di segmen masyarakat menengah ke bawah yang mencapai sekitar 10 juta unit. Salah satu kendala yang masih sering dijumpai, lanjutnya, adalah minimnya pemahaman calon nasabah mengenai prosedur pengajuan dan akses pembiayaan.

“Kuncinya adalah sosialisasi dan kemudahan bagi calon nasabah untuk melakukan pengajuan serta mendapatkan pembiayaan,” jelas Hery.

Dengan dukungan lebih dari 7.000 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, BRI memiliki kapasitas untuk memperluas jangkauan layanan pembiayaan hingga ke pelosok daerah. Jaringan yang luas ini memudahkan masyarakat memperoleh informasi, mengajukan pembiayaan, dan menikmati layanan perbankan secara optimal.

“Keunggulan jaringan dan pengalaman kami menjadikan BRI mitra strategis pemerintah dalam mempercepat realisasi program perumahan rakyat dan pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi masyarakat,” pungkas Hery Gunardi.

Editor : M Firman Syah
#BRI #subsidi #FLPP #kpr #BBRI