Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Peringati Hari Pangan Sedunia, BRI Peduli Dukung Ketahanan Pangan Melalui Panen Raya BRInita

Muhammad Firman Syah • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 19:52 WIB
BRI Peduli menggelar kegiatan Panen Raya BRInita di Kebun Agro Wisata Kampung Berkebun Pajajaran, Bandung, Jawa Barat.
BRI Peduli menggelar kegiatan Panen Raya BRInita di Kebun Agro Wisata Kampung Berkebun Pajajaran, Bandung, Jawa Barat.

BANDUNG – Seiring pesatnya perkembangan kawasan perkotaan, konsep urban farming hadir sebagai inovasi untuk mengoptimalkan lahan-lahan tidak terpakai menjadi ruang produktif. Meski sempit, lahan di tengah permukiman dapat dimanfaatkan untuk bertani dan berkebun, yang pada akhirnya berperan dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah perkotaan.

BRI Peduli, melalui payung Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI, kembali menegaskan komitmennya terhadap perbaikan ekosistem lingkungan dan ketahanan pangan. Salah satu inisiatif utamanya adalah Program BRInita (BRI Bertani di Kota), yaitu program bertani dengan memanfaatkan lahan sempit di kawasan padat penduduk.

Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada 16 Oktober 2025, BRI Peduli menggelar kegiatan Panen Raya BRInita di Kebun Agro Wisata Kampung Berkebun Pajajaran, Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini melibatkan kelompok Karang Taruna, anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta warga sekitar.

Kebun Agro Wisata Kampung Berkebun Pajajaran merupakan salah satu lokasi pelaksanaan program BRInita. Selain dukungan infrastruktur berupa green house dan bibit tanaman urban farming, BRI juga memberikan pelatihan pemberdayaan masyarakat agar mereka mampu mengelola lahan pertanian kota secara mandiri.

Beragam aktivitas dilakukan dalam kegiatan Panen Raya BRInita, mulai dari sosialisasi pentingnya memanfaatkan lahan sekitar untuk bercocok tanam hingga edukasi budidaya buah-buahan yang bertujuan meningkatkan keterampilan peserta dalam menghasilkan produk pertanian bernilai gizi dan ekonomi.

Panen Raya menjadi momentum untuk merayakan keberhasilan masyarakat dalam bercocok tanam sekaligus mempererat kebersamaan, menumbuhkan semangat gotong royong, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ketahanan pangan lokal.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa peringatan Hari Pangan Sedunia menjadi pengingat penting akan perlunya inovasi dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan, terutama di tengah pesatnya pertumbuhan kota.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat ikut langsung dalam proses panen sehingga tumbuh rasa memiliki. Hasil panen bisa digunakan untuk kebutuhan pangan keluarga, dijual untuk menambah penghasilan, atau ditukar dalam kegiatan sosial sebagai bentuk apresiasi,” ujarnya.

Kegiatan urban farming yang diinisiasi BRI Peduli ini juga diharapkan mampu membantu mereduksi polusi lingkungan, menambah keasrian kota, dan mengurangi sampah rumah tangga. Di sisi lain, program ini menjadi bentuk nyata kontribusi masyarakat terhadap keseimbangan lingkungan.

Dhanny menegaskan bahwa urban farming merupakan pilar penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang inklusif dan berkelanjutan. Pelaksanaan BRInita juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs), serta selaras dengan Asta Cita Pemerintah untuk memperkuat kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

“Di Hari Pangan Sedunia 2025 ini, mari kita kembangkan urban farming sebagai solusi modern menghadapi krisis pangan dan perubahan iklim. Bersama, kita wujudkan kota yang sehat dan berkelanjutan demi masa depan pangan yang lebih baik untuk semua generasi,” tambahnya.

Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Buruan Sae Pajajaran Hegar, Neni, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran program tersebut. Menurutnya, keberadaan Kebun Agro Wisata Kampung Berkebun Pajajaran menjadi wadah positif bagi warga untuk bertani sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi anggota kelompok.

“Tadinya kami tidak punya tempat untuk menanam, sekarang sudah ada wadahnya. Kami sangat gembira bisa menikmati hasil panen bersama,” ujarnya.

Sejak diluncurkan pada 2022, program BRInita telah dijalankan di 31 lokasi dan memberi manfaat langsung bagi 1.160 jiwa. Program ini turut berkontribusi pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 86,48% secara umum dan 20,16% untuk IPM perempuan.

Secara konkret, BRInita juga telah menghasilkan 9.544 kilogram sayuran, 112 tanaman obat keluarga (Toga), dan berkontribusi 11,27% terhadap penurunan angka stunting. Dari sisi lingkungan, program ini menghasilkan 3.982 kilogram pupuk organik cair, 2.218 liter eco-enzyme, 64 produk olahan pupuk, 80 kilogram maggot BSF, serta menurunkan emisi karbon sebesar 238,61 kilogram CO₂-eq melalui sistem pertanian hidroponik.

Capaian tersebut menjadi bukti nyata kontribusi BRI dalam membangun ekosistem ketahanan pangan yang berkelanjutan, sekaligus menghadirkan solusi hijau bagi masa depan yang lebih seimbang dan berdaya.

Editor : M Firman Syah
#BRI #hari pangan sedunia #BRI Peduli #BBRI