RADAR SURABAYA – Menandai usia ke-25 tahun kiprahnya di Indonesia, penyedia layanan internet Biznet kian agresif memperluas jangkauan dan memperkuat inovasi. Tidak hanya menghadirkan produk dan layanan baru, perusahaan juga terus meningkatkan kualitas jaringan melalui pengembangan infrastruktur modern berbasis kabel fiber optik bawah laut. Tahun ini, Biznet menargetkan pertumbuhan hingga 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Adi Kusma, President Director Biznet, menegaskan bahwa selama dua setengah dekade hadir di Indonesia, Biznet tidak hanya membangun jaringan, tetapi juga berkomitmen berinovasi untuk kemajuan masa depan digital nasional.
“Sejak awal kami percaya bahwa internet harus dapat diakses semua orang, terutama di era digital saat ini. Karena itu setiap langkah kami selalu berfokus pada kecepatan, kestabilan, dan pemerataan akses di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Adi Kusma.
Langkah konkret Biznet dalam memperluas konektivitas diwujudkan melalui aktivasi jaringan kabel fiber optik bawah laut di Pulau Jawa pada Maret 2025. Infrastruktur ini menghubungkan Jakarta - Cirebon - Semarang - Surabaya, menambah kapasitas bandwidth antar kota utama di Pulau Jawa.
Andhika Winarno, Asst. Senior Manager East 2 Biznet, menyebut pembangunan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Biznet dalam menghadapi meningkatnya kebutuhan konektivitas.
“Berdasarkan data APJII, penetrasi pengguna internet Indonesia naik dari 79,5% di 2024 menjadi 80,66% pada 2025. Ini menunjukkan kebutuhan internet terus tumbuh, dan kami harus memastikan infrastrukturnya siap,” ungkap Andhika.
Sebagai tindak lanjut, Biznet kini tengah menggarap proyek Biznet Nusantara Cable System-2 (BNCS-2), yang akan menghubungkan Pulau Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Proyek ini menjadi bagian dari strategi perusahaan memperkuat konektivitas nasional dan keandalan layanan di seluruh Indonesia.
Hingga saat ini, Biznet telah menggelar jaringan The New Biznet Fiber sepanjang lebih dari 100.000 kilometer, menjangkau 3 juta homepass di berbagai wilayah, termasuk Jawa, Bali, Sumatra, Bangka, Batam, Kalimantan, Sulawesi, Lombok, Flores, dan Timor.
Biznet juga terus memperkuat beragam segmen layanan, mulai dari Biznet Home untuk pelanggan rumah tangga, Biznet Metronet untuk UMKM, hingga Biznet Hospitality dan Biznet Industrial untuk sektor bisnis dan pemerintahan.
“Saat ini sekitar 70 persen pasar Biznet berasal dari segmen retail, sisanya dari government, bisnis, dan UMKM,” tambah Andhika.
Jawa Timur Sumbang 20 Persen Pasar Nasional
Di wilayah Jawa Timur, Biznet telah menjangkau hampir seluruh kota dan kabupaten. Kontribusi terbesar ada di Surabaya Raya (termasuk Sidoarjo, Gresik, dan Mojokerto), disusul Malang Raya, serta Kediri dan sekitarnya.
Menurut M. Adil Perkasa, Regional Manager 09 Biznet, potensi pasar Jatim sangat besar, baik dari segmen retail maupun UMKM.
“Jawa Timur menyumbang sekitar 20 persen dari market nasional Biznet. Dengan inovasi dan peningkatan layanan yang berkelanjutan, kami optimistis bisa mencapai pertumbuhan 30 persen tahun ini,” ungkap Adil.
Sementara itu, sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan di momentum seperempat abad, Biznet menghadirkan berbagai penawaran menarik sepanjang Oktober 2025.
“Untuk pelanggan Biznet Home, kami memberikan tambahan bandwidth 150 Mbps secara gratis. Jadi, pelanggan bisa menikmati kecepatan hingga 350 Mbps hanya dengan Rp 350 ribu per bulan selama periode promo,” ujar Adil.
Tidak hanya itu, Biznet juga menyiapkan beragam hadiah dan program loyalitas bagi pelanggan setia sebagai bagian dari perayaan seperempat abad perusahaan.
"Dengan strategi inovasi, pembangunan infrastruktur digital, dan peningkatan kualitas layanan yang konsisten, Biznet terus memperkuat posisinya sebagai pelopor konektivitas digital nasional, menghubungkan Indonesia menuju masa depan yang lebih terintegrasi dan cerdas," pungkasnya.(ind/gun)
Editor : Guntur Irianto