Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Atasi Masalah Sampah di Bali, BRI Peduli Latih Diversifikasi dan Penguatan Mutu Produk Kompos

Muhammad Firman Syah • Rabu, 17 September 2025 | 00:27 WIB
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui program BRI Peduli terus menghadirkan solusi nyata lewat inisiatif sosial dan lingkungan.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui program BRI Peduli terus menghadirkan solusi nyata lewat inisiatif sosial dan lingkungan.

Denpasar – Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah, termasuk Bali. Tidak hanya menimbulkan persoalan lingkungan, pengelolaan sampah yang kurang tepat juga berpotensi menghambat pembangunan berkelanjutan. Menyadari hal tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui program BRI Peduli terus menghadirkan solusi nyata lewat inisiatif sosial dan lingkungan.

Kali ini, BRI Peduli menggelar Pelatihan Diversifikasi dan Penguatan Mutu Produk Pupuk Kompos yang berlangsung di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Pudak Mesari, Badung, Bali pada Sabtu (30/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari program BRI Peduli Yok Kita Gas, sebuah gerakan yang fokus pada pengelolaan sampah secara berkelanjutan dengan pendekatan ekonomi sirkular.

Dalam pelatihan tersebut, BRI menghadirkan narasumber dari komunitas Petani Muda Keren, dengan peserta utama para pengurus dan anggota TPS3R Pudak Mesari. Materi difokuskan pada peningkatan kapasitas dalam mengelola sampah organik menjadi kompos berkualitas, sekaligus diversifikasi produk seperti pupuk cair, pupuk granul, hingga media tanam siap pakai.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas pupuk kompos, tetapi juga membuka peluang penguatan ekonomi desa.

"Pelatihan ini menjawab tantangan kelembagaan TPS3R. Bagaimana mengubah paradigma, dari sekadar unit pengelolaan sampah menjadi sentra inovasi berbasis ekonomi sirkular,” ungkapnya.

Dhanny menambahkan, mutu produk juga harus diperkuat agar sesuai standar kualitas pasar. Dengan begitu, hasil kompos tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga bernilai ekonomis dan layak dipasarkan secara profesional.

Usai pemaparan materi, peserta diajak langsung melihat proses produksi kompos menggunakan mesin pengolah. Mereka dapat mengamati tahapan pembuatan secara detail, mulai dari pencacahan bahan organik hingga proses fermentasi yang lebih cepat dan efisien.

Pupuk kompos yang dihasilkan tidak hanya bermanfaat memperbaiki struktur tanah dan mengurangi erosi, tetapi juga mampu meningkatkan kesuburan lahan secara alami. Lebih dari itu, penggunaan bahan organik lokal yang diolah menjadi kompos membantu mengurangi limbah, polusi, dan memperkuat konsep pertanian berkelanjutan.

Salah satu pemateri, A.A. Gede Agung Wedhatama P. dari Petani Muda Keren, menegaskan pentingnya inovasi dalam diversifikasi produk. Harapannya, peserta dapat mengimplementasikan teknik dan bahan yang dipelajari sehingga menghasilkan kompos berkualitas tinggi, variatif, dan ramah lingkungan,” jelasnya.

Program BRI Peduli Yok Kita Gas sendiri telah dijalankan sejak 2021 di 41 lokasi di Indonesia, mencakup pasar tradisional dan lingkungan masyarakat. Program ini terbukti memberi manfaat langsung dari sisi sosial, ekonomi, maupun lingkungan, sejalan dengan komitmen BRI terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) di tiga pilar: sosial, ekonomi, dan lingkungan.

“Kolaborasi dengan masyarakat lokal, seperti TPS3R Pudak Mesari ini, diharapkan menjadi model pengelolaan sampah yang tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat ekonomi desa,” tutup Dhanny.

Editor : M Firman Syah
#BRI #CSR BRI #BRI Peduli #BBRI