Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Wagub Emil Terus Dorong Masyarakat Kembangkan Usaha untuk Gerakkan Ekonomi Jatim

Moh. Afik • Minggu, 14 September 2025 | 03:21 WIB
KOMUNIKASI: Wagub Emil menyebut bisnis waralaba menjadi dalah satu cara yang strategis dan efektif untuk mendorong perekonomian Jatim.
KOMUNIKASI: Wagub Emil menyebut bisnis waralaba menjadi dalah satu cara yang strategis dan efektif untuk mendorong perekonomian Jatim.

RADAR SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. Emil Elestianto Dardak, terus mendorong pelaku usaha terus mengembangkan bisnisnya.

Hal ini dimaksudkan agar pertumbuhan ekonomi di Jatim bisa bergerak dan bertumbuh sesuai harapan.

“Dengan jumlah penduduk 42 juta orang, Jatim memiliki potensi market yang sangat besar. Malaysia saja hanya 32 juta. Kami terus mendorong masyarakat membuka kewirausahaan,” ujar Emil, Jumat (12/9).


Dikatakan, perputaran ekonomi di Jatim juga cukup besar.

Setahun bisa mencapai nilai Rp 3.000 triliun.

Kalau hanya mengandalkan pada anggaran pemerintah, hanya lima persennya saja. Karena itu, peran private sangat penting.

“Ekonomi Jatim sekitar 60 persen berasal dari belanja. Sekitar 25-28 persen dari investasi. Kalau hanya diam saja di rumah maka ekonomi tidak jalan. Karena itu, entrepreneurship perlu terus didorong. Karena bisa menciptakan lapangan kerja,” tambahnya.

Untuk itu, dia menyambut baik berbagai kegiatan yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

Salah satunya pameran waralaba. Bisnis waralaba merupakan salah satu cara yang strategis dan efektif.

Karena role modelnya bisnisnya sudah ada. Dan sudah terbukti kualitasnya.

Selain itu juga sudah ada SOP-nya, ada standardnya. Sehingga meskipun buka cabang di mana saja, semua memiliki kualitas yang sama.

“Sekarang banyak yang tidak tahu mau buka bisnis apa. Bahkan orang yang punya modalpun belum tentu bisa membuka bisnis. Di situlah franchise menjadi strategis dan efektif. Karena sudah proven dan ada SOP-nya. Selain itu, membangun brand juga tidak mudah. Perlu effort yang tidak singkat. Lewat franchise semua sudah terbukti dan laku,” ujar Emil.

Soal pendanaan, Emil mengaku Pemprov Jatim siap menambah anggaran Rp 300 miliar yang disalurkan lewat Bank UMKM Jatim.

Hal ini untuk mempermudah masyarakat yang ingin mengajukan pinjaman modal kerja. Bahkan bunganya juga diharapkan lebih murah dari KUR.

“Pemerintah juga siap menambah anggaran 200 triliun yang disalurkan lewat bank Himbara. Tujuannya agar ekenomi terus gerak dan ada penyerapan tenaga kerja. Harapanya tentu daya beli masyarakat juga meningkat,” katanya.

Dia menggambarkan perputaran ekonomi bagaikan sebuah orkestra.

Satu sama lainya tidak boleh saling menunggu. Harus main bersama pada detik yang sama dengan nada yang berbeda.

Di ekonomi juga begitu, semua harus optimis dan tidak saling menunggu.

“Begitu semua pihak optimis simponinya terjadi. Tetapi satu saja ragu, maka akan langsung fals. Makanya kita berharap banyak yang buka bisnis. Salah satunya lewat franchise,” kata Emil.

Sementara itu, Yahya Sunaryo, Dewan Penasehat Asosiasi Franchise Indonesia, menambahkan, tahun ini kondisi ekonomi memang cukup berat.

Dia berharap pameran Waralaba ini bisa jadi salah satu Solusi untuk menggerakan ekonomi di Jatim.

“Di Jatim banyak brand yang sudah menyebar di luar negeri. Bahkan bumbu masak dan nasi rawon cukup dikenal di Sydney, Australia. Makanya, event ini bisa juga untuk mendorong brand Indonesia dikenal di luar negeri. Hal itu akan menjadi jendela sehingga brand Indonesia akan lebih dikenal, tidak kalah dengan Malaysia, Philipina dan Thailand,” tutup Yahya. (fix)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#ekonomi #bisnis #franchise #wagub emil #pameran #market #Radar Surabaya #pertumbuhan #waralaba #potensi