Jakarta - Pemerintah melalui PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menunjukkan kiprah nyata dalam mendorong pemberdayaan ekonomi rakyat (6/9). Pada ajang Prominent Awards 2025 yang digelar di Grand Studio Metro TV (3/9), PNM dianugerahi gelar World's Largest Women Microfinance Institution.
Penghargaan ini mempertegas konsistensi PNM sebagai bagian dari ekosistem BUMN dalam mendukung strategi pemerintah memperluas akses keuangan inklusif.
Melalui tiga modal pemberdayaan modal finansial berupa pembiayaan usaha, modal intelektual melalui pelatihan dan pendampingan, serta modal sosial yang memperkuat jejaring antar-nasabah. PNM menghadirkan solusi komprehensif bagi pelaku usaha prasejahtera, khususnya perempuan.
Capaian tersebut selaras dengan agenda pemerintah dalam mewujudkan pemerataan ekonomi berbasis kerakyatan. Hingga Mei 2025, PNM tercatat telah melayani 15,8 juta nasabah aktif melalui 4.652 jaringan layanan yang tersebar di 36 provinsi, 451 kabupaten/kota, dan 6.165 kecamatan di seluruh Indonesia. Keberadaan 58 kantor cabang, 621 unit ULaMM, dan 3.973 unit Mekaar menegaskan komitmen PNM menjangkau hingga pelosok negeri.
Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menegaskan penghargaan ini menjadi bukti kerja keras seluruh insan PNM serta semangat para nasabah yang terus berjuang membangun usaha.
"Setiap langkah kecil yang dilakukan nasabah dalam mengembangkan usahanya adalah inspirasi bagi kami. PNM akan selalu hadir untuk mendampingi, karena kami percaya bahwa setiap perjuangan layak untuk ditemani," tegasnya.
PNM percaya, semangat kolaborasi dan keberpihakan terhadap perempuan prasejahtera adalah bagian penting dari strategi pembangunan nasional. Dengan terus mendampingi jutaan nasabah agar naik kelas, PNM ikut memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan yang berdaya saing sekaligus berkontribusi pada masa depan Indonesia yang lebih sejahtera.
Editor : M Firman Syah