Jakarta - Produk udang beku asal Indonesia ditolak masuk ke Amerika Serikat setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (US Food and Drug Administration/FDA) menemukan indikasi kontaminasi isotop radioaktif Cesium-137 (Cs-137).
Dalam pernyataan resmi di situsnya, Selasa (19/8), FDA menyebut peringatan berlaku untuk udang beku mentah merek Great Value yang diproses PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods) di Cikande, Kabupaten Serang, Banten. FDA meminta masyarakat yang sudah membeli produk tersebut segera membuangnya, sementara distributor dan penjual diminta menghentikan penjualan.
Laporan awal diterima FDA dari Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) di empat pelabuhan, yakni Los Angeles, Houston, Savannah, dan Miami. Hasil analisis laboratorium memastikan keberadaan Cs-137 pada sampel udang bersalut tepung dengan kadar 68,48 Bq/kg ± 8,25 Bq/kg.
Meski belum melebihi ambang intervensi (1.200 Bq/kg), FDA menilai keberadaan isotop radioaktif ini tetap berpotensi menimbulkan risiko kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Otoritas AS pun menerbitkan import alert IA 99-51 dan menempatkan PT BMS dalam daftar merah.
FDA juga mengonfirmasi salah satu jaringan ritel besar, Walmart, telah menerima pasokan udang impor dari Indonesia. Meski tidak seluruhnya terindikasi positif Cs-137, FDA merekomendasikan agar Walmart menarik produk terkait dari rak penjualan.
Isu ini mendapat perhatian serius di dalam negeri. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Banten, Wawan Gunawan, menegaskan udang segar dari nelayan lokal tetap aman dikonsumsi.
"Kalau udangnya dari petani di Banten, tidak mungkin mengandung radioaktif. Dugaan pencemaran hanya terjadi di lingkungan pabrik," ujar Wawan, Selasa (2/9).
Ia menambahkan, terdapat indikasi aktivitas pengumpul rongsokan di sekitar pabrik PT BMS yang diduga menjadi sumber kontaminasi. Hal ini juga diperkuat pernyataan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang menyebut dugaan awal pencemaran berasal dari aktivitas peleburan besi dan baja di dekat pabrik.
"Lokasi-lokasi yang diduga menimbulkan cemaran sudah kita lokalisir. Untuk produk yang sudah masuk ke AS, sebagian dilakukan re-impor," jelas Hanif.
FDA memastikan investigasi masih berlangsung dan akan terus berkoordinasi dengan otoritas pengawas pangan laut di Indonesia. Produk udang PT BMS untuk sementara dilarang masuk ke pasar AS hingga penyebab kontaminasi dipastikan tuntas. (nad/ris/fir)
Editor : M Firman Syah