Radar Surabaya — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa target penciptaan 19 juta lapangan kerja bukan sekadar wacana, melainkan proyeksi realistis yang dapat dicapai apabila kondisi ekonomi global berada dalam keadaan stabil.
“Kalau kondisinya stabil, jangankan 19 juta, 20 juta itu juga tercapai,” ujarnya, Kamis (14/8).
Afriansyah menjelaskan bahwa dalam skenario ideal, penciptaan lapangan kerja nasional dapat melampaui target tersebut. Namun, ia mengakui bahwa dinamika global, seperti gejolak ekonomi, perlambatan perdagangan, serta ketidakpastian geopolitik, menuntut pemerintah untuk berhitung secara cermat dalam menetapkan proyeksi.
“Saya belum berani memberi target. Yang jelas, pemerintah sedang melakukan upaya semaksimal mungkin. Pasti yang terbaik, tidak mungkin berhalu. Negara ini harus pasti, tapi berdasarkan perhitungan,” tegasnya.
Menurutnya, penciptaan lapangan kerja tidak hanya bergantung pada faktor domestik, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh iklim global. Stabilitas internasional turut menentukan iklim investasi, produktivitas industri, dan kinerja sektor padat karya yang merupakan penyumbang terbesar serapan tenaga kerja nasional.
Pemerintah, lanjut Afriansyah, terus memperkuat kerja sama internasional dan menjaga iklim investasi agar tetap kondusif. Selain itu, program peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan vokasi dan upskilling juga digencarkan untuk memastikan daya saing tenaga kerja Indonesia, baik di pasar domestik maupun internasional.
“Kita optimis, tapi realistis. Semua langkah kita dasarkan pada data dan prediksi yang matang,” pungkasnya. (kvn/mel/fir)
Editor : M Firman Syah