RADAR SURABAYA – Perekonomian Jawa Timur terus menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat, pertumbuhan ekonomi di provinsi ini pada triwulan II tahun 2025 mencapai 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Perekonomian Jatim selama April hingga Juni 2025 ini, yang dihitung berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, mencapai Rp849,30 triliun. Sementara berdasarkan harga konstan 2010, tercatat sebesar Rp509,45 triliun.
Kepala BPS Jawa Timur, Zulkipli, menyampaikan bahwa jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, ekonomi Jatim tumbuh 3,09 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan lonjakan hingga 16,53 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah mencatat kenaikan signifikan sebesar 16,42 persen.
“Pertumbuhan ekonomi Jatim juga terlihat jika dibandingkan dengan triwulan II tahun lalu. Kenaikannya mencapai 5,23 persen. Kali ini, sektor jasa perusahaan mencatat pertumbuhan tertinggi dengan angka 9,76 persen,” jelas Zulkipli, Rabu (6/8). Di sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mencatat pertumbuhan sebesar 7,67 persen.
Secara struktur, industri pengolahan masih menjadi tulang punggung ekonomi Jatim, menyumbang 31,10 persen dari total PDRB. Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi sebesar 60,98 persen.
Zulkipli juga mengungkapkan, secara spasial, posisi ekonomi Jatim berada di urutan kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi 25,36 persen terhadap PDRB kawasan. Posisi pertama masih dipegang DKI Jakarta dengan kontribusi 29,17 persen, disusul Jawa Barat 22,55 persen, Jawa Tengah 14,43 persen, Banten 6,94 persen, dan DI Yogyakarta 1,55 persen.
“Secara umum, perekonomian Pulau Jawa terus mengalami akselerasi karena masih kuatnya permintaan ekspor dan dalam negeri,” ujarnya.
Menariknya, pada triwulan II ini, pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa diraih Provinsi DI Yogyakarta dengan angka 5,49 persen. Disusul Banten 5,33 persen, Jawa Tengah 5,28 persen, lalu Jawa Barat dan Jawa Timur masing-masing 5,23 persen. DKI Jakarta berada di posisi paling bawah dengan pertumbuhan 5,18 persen. (*)
Editor : Lambertus Hurek