Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

PNM Jadi Pelopor Peluncuran Orange Bond di Indonesia

Muhammad Firman Syah • Selasa, 8 Juli 2025 | 01:46 WIB
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi institusi pertama di Tanah Air yang dipercaya menerbitkan orange bond sekaligus pionir dalam menghadirkan inovasi pembiayaan yang berpihak pada perempuan.
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi institusi pertama di Tanah Air yang dipercaya menerbitkan orange bond sekaligus pionir dalam menghadirkan inovasi pembiayaan yang berpihak pada perempuan.

Jakarta – Pemerintah Indonesia bersama Impact Investment Exchange (IIX) mencatat sejarah penting dalam ekosistem pembiayaan berkelanjutan dengan memperkenalkan instrumen obligasi oranye (orange bonds) pada pertengahan 2024. Instrumen ini dirancang sebagai solusi inovatif untuk menjawab tantangan pendanaan program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam isu kesetaraan gender.

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi institusi pertama di Tanah Air yang dipercaya menerbitkan orange bond, menjadikannya pionir dalam menghadirkan inovasi pembiayaan yang berpihak pada perempuan dan kelompok rentan.

Koordinator Tim Ahli Sekretariat Nasional SDGs Kementerian PPN/Bappenas, Yanuar Nugroho, mengungkapkan bahwa Indonesia masih menghadapi kesenjangan pembiayaan SDGs yang mencapai Rp24.000 triliun. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pendanaan yang lebih kreatif dan inklusif.

"Orange bonds diharapkan memainkan peran strategis dalam menutup kesenjangan pendanaan, sekaligus menjadi katalisator proyek-proyek yang berfokus pada keberlanjutan dan kesetaraan gender," ujar Yanuar dalam media briefing di Jakarta, Rabu (10/7).

Lebih dari sekadar instrumen finansial, obligasi oranye juga ditargetkan sebagai sarana untuk mendorong inklusi sosial-ekonomi, khususnya bagi perempuan dan kelompok marjinal. Pemerintah mendorong sektor swasta agar aktif mengadopsi instrumen ini, meskipun pelaksanaannya bersifat kolektif dan menyesuaikan kesiapan para pemangku kepentingan.

"Kami berharap pada 2025 dapat bermitra dengan sektor swasta untuk memobilisasi pendanaan yang berdampak langsung pada inklusi. Namun, ini tidak bisa dipaksakan dan tetap menyesuaikan kesiapan masing-masing pihak," tambah Yanuar.

Sementara itu, Chief Operating Officer IIX, Angela Ng, menekankan bahwa peran pemerintah tetap krusial dalam mendorong adopsi orange bonds. Ia menegaskan bahwa kehadiran obligasi ini bukan untuk menggantikan obligasi berkelanjutan yang telah lebih dulu diterbitkan pemerintah, melainkan menjadi pelengkap yang memperkuat tujuan pembangunan inklusif.

Menurut proyeksi IIX, orange bonds berpotensi menghimpun dana hingga 10 miliar dolar AS atau setara Rp160 triliun, yang akan memberdayakan setidaknya 100 juta perempuan dan kelompok minoritas gender secara global hingga tahun 2030.

Tepat satu tahun sejak diperkenalkan, pada pertengahan 2025 Indonesia menorehkan sejarah. Untuk pertama kalinya, orange bond resmi diterbitkan, bukan oleh sektor swasta, melainkan oleh lembaga keuangan milik negara. 

Editor : M Firman Syah
#PNMPemberdayaanUMKM #PNM untuk UMKM