RADAR SURABAYA - Dalam langkah memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan, PT Suparma Tbk melalui brand See-U Tissue & Towel menyelenggarakan program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Mangrove Restoration: Menanam Harapan, Merawat Kehidupan”, yang dilaksanakan di kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya, Sabtu, 24 Mei 2025.
Edward Sopanan, CEO PT Suparma Tbk menjelaskan, Indonesia dikenal sebagai negara dengan ekosistem mangrove terbesar di dunia.
Namun, akibat berbagai tekanan dari aktivitas manusia telah menyebabkan degradasi dan abrasi besar-besaran pada kawasan ini.
Menyadari pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, PT Suparma Tbk mengambil peran aktif dalam upaya rehabilitasi lingkungan melalui penanaman 3.000 bibit mangrove di area konservasi seluas lebih dari 230 hektare tersebut.
“Kegiatan ini sejalan dengan visi Perusahaan sebagai Indonesia Sustainability Paper Company. Kami menanam mangrove untuk masa depan anak cucu kita agar tetap enjoy menikmati udara segar. Karena mangrove merupakan penghasil oksigen utama dan menyerap CO2. Kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan keberlanjutanya,” ujar Edward, disela penanaman 3000 pohon mangrove di Taman Eko Wisata Mangrove, Wonorejo Surabaya, Sabtu (24/5).
Wahyu Kristyawan, General Manager PT Suparma Tbk menambahkan, pihaknya juga merenovasi fasilitas yang ada dan mempercantik lingkungan ekowisata mangrove agar lebih menarik, guna meningkatkan minat wisatawan terhadap ekosistem mangrove.
Kegiatan ini juga simbol harapan akan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Kawasan Mangrove Wonorejo dipilih karena memiliki nilai ekologis dan edukatif yang tinggi, serta menjadi rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna khas pesisir.
“Ini bagian dari CSR lingkungan yang kami lakukan. Kami tanam 3.000 mangrove dan percantik kawasan ekowisata ini. Bersama karyawan Suparma serta masyarakat melalui brand See U, kami ajak merawat keberlangsungan mangrove. Selain untuk kehidupan flora dan fauna juga mangrove memiliki daya serap karbon dioksida yang tinggi. Bahkan 4-5 kali lebih besar dari hutan tropis,” ujar Wahyu.
Dia mengaku kegiatan menanam bibit mangrove kali ini merupakan yang pertama kalinya.
Namun dia berjanji kedepan pihaknya akan kembali menanam kembali dengan jenis yang sama atau berbeda dengan harapan agar lingkungan tetap terawatt dan terjaga lebih baik.
Sementara itu, Dedik Irianto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mengatakan, pihaknya berterimakasih pada manajemen PT Suparma Tbk yang telah berkenan berpartisipasi dalam pengembangan kawasan wisata alam Mangrove yang juga bertepatan dengan HUT Kota Surabaya yang ke-732/2025.
“Isu terkait lingkungan kurang menggembirakan. Bumi kita kondisinya tidak baik-baik saja. Salah satu perubahan karena perilaku manusia. Kegiatan ini sangat luar biasa manfaatnya. Tema Menanam Harapan, Merawat Kehidupan, itu luar biasa. Sekali lagi kami sampaikan terimakasih,” ujar Dedik. (fix/opi)
Editor : Nofilawati Anisa