Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

SKK Migas Tawarkan Blok Migas Bali dan Indonesia Timur ke Chevron

Rahmat Adhy Kurniawan • Rabu, 21 Mei 2025 | 17:15 WIB
Photo
Photo

RADAR SURABAYA – Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyatakan bahwa pemerintah berencana menawarkan sejumlah blok minyak dan gas bumi (migas) di wilayah Bali dan Indonesia timur kepada Chevron, perusahaan energi asal Amerika Serikat.

"Kami akan menawarkan potensi di daerah Bali, misalnya. Lalu di daerah lain, di timur, yang potensinya cukup besar," ujar Djoko di sela-sela IPA Convention & Exhibition yang berlangsung di Tangerang, Banten, Rabu (21/5).

Djoko menjelaskan bahwa kawasan timur Indonesia memiliki cadangan migas yang signifikan, yakni sekitar 15 triliun kaki kubik (TCF), bahkan bisa lebih tinggi.

Tawaran tersebut merupakan respons terhadap minat Chevron yang menunjukkan ketertarikan untuk kembali berinvestasi di sektor hulu migas Indonesia.

Menurut Djoko, perusahaan migas asal Negeri Paman Sam itu sedang mencari blok-blok migas berskala besar.

"Mereka ingin cari yang besar-besar supaya sekalian. Potensinya besar, investasinya besar, hasilnya juga besar," kata Djoko.

Terkait akses data blok migas dari pemerintah, Djoko menjelaskan bahwa Chevron baru melakukan diskusi awal dan masih akan mempelajari potensi yang ada lebih lanjut.

Jika kesepakatan tercapai, Chevron akan fokus pada tahapan eksplorasi.

"Mereka masih mencari, mengevaluasi, melihat mana yang bisa diberikan Indonesia. Karena ini (eksplorasi) berisiko tinggi," tambahnya.

Sebelumnya, Djoko mengungkapkan bahwa ada sekitar 25 perusahaan migas global—termasuk Shell, Chevron, dan TotalEnergies, yang menyatakan minat untuk mengeksplorasi potensi hulu migas Indonesia.

Untuk memfasilitasi ketertarikan tersebut, pemerintah telah menyediakan infrastruktur pendukung, seperti data industri hulu migas yang

lebih akurat, ketentuan fiskal yang fleksibel, dan kemudahan perizinan. Selain itu, konektivitas data dan regulasi keterbukaan informasi juga telah ditingkatkan.

Langkah ini sejalan dengan strategi pemerintah yang menawarkan 60 blok migas baru untuk dieksplorasi pada periode 2025–2027.

Tujuan utamanya adalah meningkatkan kapasitas produksi minyak guna memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Chevron keluar dari Indonesia pada 2023 setelah melepas kepemilikannya di Indonesia Deepwater Development (IDD) akibat perubahan desain fasilitas yang menghentikan pengembangan proyek.

Terletak di Selat Makassar di lepas pantai Pulau Kalimantan, IDD terdiri dari dua proyek, yaitu Bangka dan Gendalo-Gehem, dengan total cadangan gas yang dapat dipulihkan mencapai hampir 3 triliun kaki kubik (Tcf).

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Indonesia Deepwater Development #shell #hulu migas #TotalEnergies #chevron #Kepala SKK Migas Djoko Siswanto #SKK Migas