Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sri Mulyani Ungkap Optimismenya soal Pertumbuhan Ekonomi 2025 di Angka 5 Persen

Nofilawati Anisa • Kamis, 24 April 2025 | 21:21 WIB
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani

RADAR SURABAYA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyampaikan optimismenya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, meskipun kondisi global dipenuhi ketidakpastian.

Hal itu disampaikan Sri Mulyani dalam konferensi pers KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) secara daring di Jakarta, Kamis (24/4).

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan tetap akan mencapai sekitar 5 persen," tegas Sri Mulyani.

"Indonesia diperkirakan dapat mengendalikan dampak negatif ketidakpastian global dan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan, serta memelihara momentum pertumbuhan ekonomi. Ke depan, ekonomi Indonesia akan berpeluang untuk terus tumbuh secara berkesinambungan," sambungnya dengan optimistis.

Ada beberapa alasan mengapa bendahara negara yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini masih tetap bisa mencapai 5 persen.

Salah satunya adalah konsumsi rumah tangga tetap terjaga baik di tengah ketidakpastian global.

Konsumsi dan daya beli masyarakat juga diklaim didukung oleh belanja pemerintah.

Ini meliputi pembayaran tunjangan hari raya (THR), belanja sosial, sampai berbagai insentif lain yang diberikan sepanjang kuartal I 2025.

Menteri yang akrab disapa Ani itu juga menyinggung keberlanjutan berbagai proyek strategis nasional (PSN) di berbagai wilayah.

Ada juga peningkatan konstruksi properti swasta yang diyakini bisa mengerek kinerja investasi.

"Investasi swasta masih baik didukung oleh keyakinan produsen, terlihat pada aktivitas manufaktur Indonesia yang masih pada zona ekspansif. Investasi khususnya non-bangunan tetap menopang pertumbuhan ekonomi yang tercermin dari meningkatnya impor barang modal, terutama alat-alat berat," jelasnya.

"Sementara itu, dilihat dari kinerja ekspor diperkirakan juga tetap baik didukung oleh ekspor non-migas yang meningkat pada Maret 2025, terutama komoditas crude palm oil (CPO), besi dan baja, serta mesin dan peralatan elektrik," imbuh Ani.

Di sisi lain, Ani menegaskan Indonesia aktif menjajaki perluasan pasar ekspor produk unggulan. Tujuannya adalah ASEAN Plus Three (APT); blok ekonomi Brasil, Rusia, India, China, South Africa (BRICS); sampai negara-negara Eropa.

Ani turut membedah secara khusus World Economic Outlook (WEO) edisi April 2025 yang diterbitkan IMF.

Berdasarkan laporan itu, ekonomi Indonesia diperkirakan hanya akan tumbuh 4,7 persen di 2025.

Ia membandingkan koreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan negara-negara lainnya, khususnya di Asia Tenggara (ASEAN).

Menurutnya, koreksi yang dialami Indonesia lebih rendah.

Untuk negara-negara seperti Thailand, koreksi pertumbuhan ekonomi bahkan mencapai 1,1 percentage points.

Vietnam dikoreksi ke bawah 0,9 percentage points, Filipina 0,6 percentage points, dan Meksiko dikoreksi ke bawah sebesar 1,7 percentage points.

“Indonesia juga mengalami koreksi dari outlook pertumbuhan menurut IMF di 2025 ini menjadi 4,7 persen, artinya koreksi sebesar 0,4 percentage points," jelasnya.

"Koreksi ini lebih rendah dibandingkan koreksi terhadap negara-negara yang tadi telah saya sampaikan, di mana exposure dari perdagangan internasional mereka lebih besar dan dampak atau hubungan dari perekonomian mereka terhadap AS juga lebih besar," pungkas Ani. (opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#ekonomi #ketidakpastian global #Menkeu #Sri Mulyani #kssk #menteri keuangan #2025 #Negara #bendahara #pertumbuhan