RADAR SURABAYA - Meskipun dibayangi kondisi ekonomi global yang tidak stabil, namun PT Sekar Laut Tbk tetap optimistis tahun 2025 mampu meningkatkan penjualan dengan pertumbuhan 20 persen dari tahun lalu.
Jimmy Herlambang, Corporate Secretary PT Sekar Laut Tbk menjelaskan, pihaknya tetap yakin penjualan tahun ini tetap akan bertumbuh.
Untuk itu, pihaknya akan melakukan berbagai langkah strategis diantaranya adalah memperluas pasar ekspor.
Selama ini, berbagai produk sambal dan krupuk emiten berkode SKLT ini telah diekspor ke 38 negara di dunia.
Yang terbesar di ekspor ke Belanda yakni sekitar 30-40 persen. Sisanya ke sejumlah negara lain termasuk Inggris, Jerman serta sejumlah negara di Asia dan Amerika.
“Kebijakan tarif resiprokal dari Amerika tidak terlalu berpengaruh. Sebab ekspor kami ke Amerika kecil, hanya 3-5 persen saja. Namun begitu, kami tetap mencari peluang pasar ekspor baru seperti ke Afrika dan Timur Tengah. Potensinya disana besar,” ujar Jimmy, Rabu (23/4).
Selain itu, pihaknya juga terus melakukan inovasi produk baru baik krupuk maupun sambal.
Misalnya sambal bajak dari Jawa Barat dan sambal serbuk yang banyak disukai kalangan muda.
Saat ada 14 varian produk sambal dimana sambal ijo dan sambal trasi masih paling favorit.
Sedangkan untuk produk krupuk tidak hanya krupuk mentah yang dipasarkan, namun juga berbagai krupuk udang matang siap dimakan atau ready to eat dari berbagai jenis dan ukuran.
Hingga saat ini produk krupuk memberikan kontribusi sekitar 40 persen dari total pendapatan.
“Kami juga terus memperluas distribusi hingga ke daerah pelosok sehingga produk kami merambah seluruh nusantara. Saat ini pasar domestik berkontribusi 70-75 persen dan sisanya dari ekspor,” terangnya.
John Gozal, Direktur SKLT menambahkan, dengan berbagai strategi tersebut, pihaknya yakin tahun 2025 penjualan perseroan akan naik 10-20 persen.
Sementara tahun 2024, SKLT mampu mengenjot penjualan dengan nilai sebesar Rp 2,293 triliun atau naik 28 persen dari tahun 2023 sebesar Rp 1,79 triliun.
Sementara itu, laba bersih perusahaan tahun 2024 naik signifikan 53 persen dengan nilai Rp 119 miliar.
Sedangkan tahun 2023 laba bersihnya sebesar Rp 78 miliar.
Tahun ini, laba bersih ditargetkan naik sekitar 20 persen.
Untuk itu, pihaknya akan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 100 miliar tahun ini.
Dana ini digunakan untuk menambah beberapa gudang terutama di Indonesia Timur seperti Bali, Kupang, Palu, dan Kendari.
Juga untuk melakukan revitalisasi mesin. Saat ini utilitas mesin persen sebesar 80-85 persen.
“Itu semua untuk mendukung pencapaian kinerja tahun ini dengan pertumbuhan minimal 20 persen. Tahun ini kami juga membagi dividen sebesar Rp 9 per saham atau setara 50 persen dari laba bersih Perseroan,” tutup John Gozal. (fix/opi)
Editor : Nofilawati Anisa