Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tiga Tahun Berturut-turut Produksi Jagung Jawa Timur Tertinggi Nasional

Mus Purmadani • Sabtu, 19 April 2025 | 17:31 WIB

 

Jawa Timur menjadi provinsi yang berkontribusi paling besar terhadap produksi jagung nasional.
Jawa Timur menjadi provinsi yang berkontribusi paling besar terhadap produksi jagung nasional.

RADAR SURABAYA - Jawa Timur merupakan provinsi dengan produksi jagung tertinggi di Indonesia selama tahun 2022-2024.

Luas panen tanaman jagung di Jawa Timur pada tahun 2024 sebesar 739.257 hektare yang memberikan share sebesar 29,00 persen dari total luas panen nasional.

Akan tetapi, luas panen jagung di Jawa Timur tahun 2024 mengalami penurunan sebesar 2,62 persen dibanding tahun 2023 meskipun secara nasional terjadi peningkatan luas panen jagung sebesar 2,93 persen. 

Produksi jagung pipilan kering di Jawa Timur pada tahun 2024 adalah sebanyak 6,21 juta ton untuk kadar air 28 persen.

“Dan 4,60 juta ton untuk kadar air 14 persen yang memberikan share terhadap produksi jagung nasional sebesar 30,36 persen. Sejalan dengan luas panen, produksi jagung pipilan kering di Jawa Timur tahun 2024 juga mengalami penurunan dibanding tahun 2023 sebesar 4,17 persen," ujar Kepala BPS Jatim, Zulkipli, Jumat (18/4).

Meskipun secara nasional terjadi kenaikan produksi jagung kering pipilan sebesar 2,47 persen.

Akan tetapi, meskipun secara umum luas panen dan produksi jagung pipilan kering di Jawa Timur tahun 2024 mengalami penurunan dibanding tahun 2023, akan tetapi kontribusi Jawa Timur terhadap produksi komoditas jagung pipilan nasional masih paling besar.

Konsumsi jagung di Jawa Timur didominasi oleh kabupaten/kota di Pulau madura. 

Konsumsi perkapita perbulan tertinggi terdapat di Kabupaten Sumenep, diikuti Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Bangkalan, dan Kabupaten Sampang.

“Adapun wilayah selain di Pulau Madura yang memiliki tingkat konsumsi perkapita perbulan cukup tinggi untuk komoditas jagung adalah Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Situbondo," jelasnya. 

Konsumsi perkapita perbulan jagung pipilan di Jawa Timur terus mengalami penurunan selama tahun 2022-2024.

Pada tahun 2024, konsumsi perkapita perbulan komoditas jagung di Jawa Timur adalah sebesar 0,15 kilogram yang turun sebesar 13,87 persen dibanding tahun 2023 dimana konsumsi perkapita perbulan komoditas jagung pipilan di Jawa Timur adalah sebesar 0,18 persen.

Akan tetapi, meskipun secara jumlah terjadi penurunan, tetapi secara nilai rupiah, konsumsi perkapita perbulan komoditas jagung terus mengalami kenaikan.

“Hal ini dikarenakan harga jagung selama tahun 2023-2024 terus mengalami kenaikan sebagaimana yang terjadi pada komoditas beras," imbuhnya. 

Zulkipli mengatakan, jagung pipilan adalan komoditas yang paling terdampak dari pelaksanaan impor yakni 37,62 persen. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#madura #Jawa Timur #luas panen #impor #produksi jagung