Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sektor Ini yang Bikin Perekonomian Jatim Melambat di Tahun 2024

Mus Purmadani • Selasa, 15 April 2025 | 00:26 WIB
Perekonomian Jatim di tahun 2024 tumbuh 4,93 persen, melambat jika dibandingkan tahun 2023 yang tumbuh 4,95 persen, hal ini disebabkan menurunnya kinerja beberapa sektor.
Perekonomian Jatim di tahun 2024 tumbuh 4,93 persen, melambat jika dibandingkan tahun 2023 yang tumbuh 4,95 persen, hal ini disebabkan menurunnya kinerja beberapa sektor.

RADAR SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat pada tahun 2024, perekonomian Jawa Timur (Jatim) mampu tumbuh 4,93 persen, melambat jika dibandingkan tahun 2023 yang tumbuh 4,95 persen.

Melambatnya pertumbuhan ekonomi Jatim dipengaruhi oleh kinerja Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian yang mengalami kontraksi.

"Pertumbuhan positif terjadi hampir di seluruh lapangan usaha, kecuali Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian -0,63 persen. Kontraksi pada Lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian disebabkan oleh turunnya produksi minyak bumi," ujar Kepala BPS Jatim Zulkipli, Senin (14/4).

Menurut Zulkipli, pertumbuhan tertinggi terjadi pada transportasi dan pergudangan tumbuh 9,50 persen, hal ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan arus penumpang angkutan rel, angkutan darat, angkutan laut, angkutan penyeberangan dan angkutan udara.

Pertumbuhan tertinggi selanjutnya diikuti oleh jasa lainnya tumbuh 8,58 persen, yang dipengaruhi oleh kenaikan signifikan pada jumlah wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara.

"Kemudian diikuti lapangan usaha jasa perusahaan tumbuh 7,88 persen yang didukung oleh membaiknya aktivitas agen/biro perjalanan wisata baik dalam maupun luar negeri yang menunjukkan peningkatan jumlah paket perjalanan yang terjual," jelasnya.

Zulkipli menambahkan, kinerja lapangan usaha administrasi lainnya tumbuh 7,78 persen, didukung oleh kenai-kan belanja pegawai dan belanja modal (APBN).

Sedangkan realisasi APBD untuk belanja pegawai tumbuh positif sedangkan belanja modalnya terkontraksi.

Semua kabupaten/kota di Jawa Timur mengalami pertumbuhan ekonomi yang positif pada tahun 2024.

"Terdapat 23 kabupaten/kota yang mengalami perlambatan dibanding tahun sebelumnya, sedangkan sisanya mengalami peningkatan pertumbuhan dibanding tahun 2023," ungkapnya.

Lebih lanjut Zulkipli mengatakan, pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi di Kota Surabaya, yaitu sebesar 5,76 persen.

Sedangkan pertumbuhan terendah terjadi di Kabupaten Bojonegoro sebesar 1,67 persen.

Kinerja Lapangan Usaha Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor mempunyai kontribusi sangat dominan pada pertumbuhan ekonomi di Kota Surabaya.

"Hal ini dipicu oleh adanya kenaikan omzet penjualan di supermarket dan perusahaan grosir dan sisi comodity flow peningkatan produksi industri pengolahan dan peningkatan ekspor dan impor," katanya.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bojonegoro relatif kecil dibanding kabupaten/kota lainnya disebabkan oleh kinerja Lapangan Usaha Per-tambangan dan Penggalian mengalami kontraksi, dimana lapangan usaha ini memiliki share hampir 50 persen.

"Kontraksi pada Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian ini dipengaruhi oleh hasil prognosa produksi minyak bumi mengalami penurunan sekitar 4 persen dibanding tahun 2023," pungkasnya. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#BPS Jatim #Pergudangan #Pertambangan dan Penggalian #transportasi #Jawa Timur #Perekonomian