Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Emas sebagai Investasi Aman di Tengah Ketidakpastian Ekonomi: Fakta atau Mitos?

Rahmat Adhy Kurniawan • Sabtu, 12 April 2025 | 21:51 WIB
Investasi Emas untuk jangka panjang bukan untuk trading jangka pendek.
Investasi Emas untuk jangka panjang bukan untuk trading jangka pendek.

RADAR SURABAYA- Emas sejak lama dianggap sebagai aset yang stabil saat terjadi krisis keuangan.

Namun, apakah emas benar-benar aman? Dalam beberapa bulan terakhir, harga emas global terus meroket, bahkan mencapai rekor tertinggi akibat ketidakpastian ekonomi dan perang dagang.

Lonjakan Harga Emas di Tengah Ketidakstabilan Ekonomi

Harga emas dunia terus memecahkan rekor sepanjang 2025. Salah satu pemicunya adalah kebijakan tarif impor yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap beberapa negara, termasuk Indonesia.

Akibatnya, harga emas global melonjak hingga lebih dari US$103 (Rp1,7 juta) per gram.

Di Indonesia, harga emas PT Aneka Tambang (Antam) juga terus naik sejak akhir Maret 2025. Pada Jumat (11/4), harga emas Antam mencapai Rp1.889.000 per gram, menandakan tingginya permintaan di tengah gejolak ekonomi.

Mengapa Orang Berinvestasi Emas Saat Krisis?

Menurut Dr Philip Fliers, sejarawan ekonomi dari Universitas Belfast, Irlandia Utara, ketidakstabilan ekonomi memicu "demam emas", fenomena di mana investor beralih dari saham ke logam mulia.

"Orang-orang meninggalkan ekuitas (saham) secara besar-besaran dan beralih ke emas. Itu yang mendorong kenaikan harga," jelasnya.

Emas memang dikenal sebagai safe haven (pelindung nilai) ketika pasar keuangan bergejolak. Contohnya pada 2020, saat pandemi Covid-19 melanda, harga emas sempat melonjak sebelum akhirnya turun pada Maret.

Apakah Emas Benar-Benar Aman?

Meski dianggap sebagai investasi yang stabil, emas tetap memiliki risiko. Dr. Fliers mengingatkan:

"Meskipun emas merupakan investasi 'aman', bukan berarti tidak berisiko. Jika pasar tenang, harga emas bisa turun karena investor beralih ke aset lain."

Selain itu, fluktuasi harga emas juga dipengaruhi oleh aksi bank sentral yang membeli emas dalam jumlah besar untuk cadangan devisa. Jika pemerintah mengurangi pembelian, harga emas bisa anjlok.

Emas dalam Sejarah dan Budaya

Emas bukan sekadar instrumen investasi, melainkan juga memiliki nilai religius dan simbolis yang tinggi.

Dari Topeng Emas Firaun Tutankhamun hingga Singgasana Emas Kuil Padmanabhaswamy di India, logam ini selalu dianggap berharga.

Inilah yang membuat banyak orang percaya bahwa emas adalah cara terbaik untuk menyimpan kekayaan, karena nilainya cenderung stabil meski pasar keuangan bergejolak.

Kesimpulan: Haruskah Investasi Emas?

Kelebihan Emas:
- Nilainya stabil dalam jangka panjang
- Likuid (mudah dijual)
- Diakui secara global

Risiko Investasi Emas:
- Harga bisa turun jika pasar membaik
- Tidak memberikan pendapatan pasif seperti dividen saham
- Rentan terhadap spekulasi

Saran:
- Emas cocok untuk investasi jangka panjang, bukan trading jangka pendek.
- Diversifikasi portofolio dengan kombinasi emas, saham, dan obligasi untuk mengurangi risiko.

Dengan memahami dinamika pasar, Anda bisa memutuskan apakah emas benar-benar aset yang tepat untuk Anda di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini.

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Dr Philip Fliers #trading jangka pendek #Krisis Keuangan #safe haven #emas antam #investasi emas #Topeng Emas Firaun Tutankhamun