Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Harga Garam Anjlok Jadi Rp 500 per Kg, Petani Terpaksa Menjual Keluar Pulau

Mus Purmadani • Selasa, 25 Maret 2025 | 00:36 WIB
Harga garam di tingkat petani di Jatim yang anjlok membuat mereka menjualnya keluar pulau.
Harga garam di tingkat petani di Jatim yang anjlok membuat mereka menjualnya keluar pulau.

RADAR SURABAYA - Harga garam di tingkat petani terus mengalami penurunan. Jika Januari lalu, harga komoditas ini masih mencapai Rp 750 per kilogram (kg), kini menjadi Rp 500 per kilogram.

"Kalau dulu pabrik prosesor garam di Gresik mau menerima Rp1.050 per kilogram, sekarang turun Rp 950 per kilogram. Jadi kalau Pak Menko Pangan bilang harga garam stabil, itu tidaklah benar. Buktinya sekarang harga garam jeblok," ujar Wakil Ketua Paguyuban Pelopor Petambak dan Pedagang Garam Madura (P4GM) M Saiful, Minggu (23/3).

Tak hanya itu, pabrik prosesor garam di Jawa Timur tinggal satu yang buka, yakni di Gresik. Akibatnya banyak stok garam kami yang menumpuk di gudang.

"Selain itu saya berharap ada standar harga untuk garam. Harga garam ini terus mengalami penurunan sejak masa panen tahun 2023 yang mencapai Rp 1.500 per kilogram. Kemudian lebaran Idul Fitri Rp 1.300, September Rp 850 Januari sempat Rp 750 dan sekarang Rp 500," ungkapnya.

Menurutnya, harga garam tahun 2023 sempat mencapai Rp 2.000, namun karena produksi melimpah, harganya turun. Dia berharap ada standarisasi harga garam.

"Karena sejauh ini belum ada. Harapan kami bisa Rp 1.300 – Rp 1.500 per kilogramnya," harapnya.

Selain ada standar harga garam, menurutnya pemerintah harus turun ke bawah untuk mengetahui kondisi garam sesunguhnya di tingkat petani.

"Karena sejauh ini banyak yang tidak terserap garam kami. PT Garam yang diharapkan jadi mitra justru malah menjadi kompetitor. " Prosesor lebih banyak ambil di PT Garam ketimbang pada petani," katanya.

Karena banyak yang beli dengan harga murah, maka para petani garam Madura ini lebih banyak menjualnya keluar daerah.

"Ini solusi mengurangi jumlah stok yang menumpuk di gudang. Sejauh ini garam petani banyak yang menumpuk di gudang. Padahal NaCl sudah 98 persen. Sedangkan standar impor hanya 95 persen," pungkasnya. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#pabrik prosesor #harga garam #madura #pt garam #petani #gresik