RADAR SURABAYA - Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyatakan dukungan penuh terhadap transformasi tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor karya menjadi Agrinas. Langkah ini diambil untuk mendukung program swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional.
“Kami pasti akan memberikan dukungan karena tujuannya untuk ketahanan pangan dan swasembada pangan. Ini tentang bagaimana Indonesia bisa mandiri,” ujar Andre di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (tanggal).
Proses Penyertaan Modal Negara (PMN)
Andre menjelaskan bahwa proses penyertaan modal negara (PMN) untuk tiga BUMN tersebut—yakni Virama Karya, Yodya Karya, dan Indra Karya—masih dalam tahap pembahasan. Meski demikian, ia memastikan bahwa dukungan dana akan diberikan untuk memperkuat transformasi ini.
“Nanti kita bahas lebih detail, tenang saja,” tambahnya.
Transformasi Menuju Agrinas
Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN, Aminuddin Ma’ruf, menyatakan bahwa proses transformasi tiga BUMN Karya menjadi BUMN Pangan atau Agrinas masih berjalan. “Masih dalam proses,” kata Aminuddin usai menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI.
Saat ini, ketiga BUMN tersebut sedang dipersiapkan untuk beralih dari sektor konsultan karya ke sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan. Berikut perubahan nama yang akan dilakukan:
- Virama Karya menjadi PT Agrinas Jaladri Nusantara
- Yodya Karya menjadi PT Agrinas Pangan Nusantara
- Indra Karya menjadi PT Agrinas Palma Nusantara
Dukungan Pemerintah
Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, juga menegaskan bahwa pemerintah akan menyuntikkan modal melalui PMN kepada ketiga korporasi tersebut. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat realisasi program swasembada pangan dan meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menambahkan bahwa transformasi ini merupakan langkah strategis untuk mendorong kemandirian pangan Indonesia.
Dengan dukungan penuh dari DPR RI dan pemerintah, transformasi tiga BUMN Karya menjadi Agrinas diharapkan dapat menjadi tonggak baru dalam mewujudkan swasembada pangan dan ketahanan pangan Indonesia.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan