Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jaga Ketahanan Pangan untuk Mewujudkan Swasembada Pangan, Bulog Jatim Serap Hasil Panen Petani Lokal

Mus Purmadani • Jumat, 21 Februari 2025 | 17:04 WIB
Direktur Pengadaan Perum Bulog Prihasto Setyanto, Pimpinan Bulog Kanwil Jatim Langgeng Wisnu Adinugroho bersama  anggota Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan ke Gudang Bulog si Gulun, Ponorogo.
Direktur Pengadaan Perum Bulog Prihasto Setyanto, Pimpinan Bulog Kanwil Jatim Langgeng Wisnu Adinugroho bersama anggota Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan ke Gudang Bulog si Gulun, Ponorogo.

RADAR SURABAYA - Sebagai upaya menjaga stabilitas pangan, terutama menjelang bulan Ramadhan, Direktur Pengadaan Perum Bulog Prihasto Setyanto, Pimpinan Bulog Kanwil Jatim Langgeng Wisnu Adinugroho bersama anggota Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan di Komplek Pergudangan Gulun, Kancab Ponorogo, Rabu (19/2).

Pimwil Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu A, menyampaikan bahwa target pengadaan setara beras untuk wilayah Jawa Timur tahun ini mencapai 593 ribu ton.

Diketahui per Rabu (19/2), Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Ponorogo berhasil merealisasikan pengadaan setara beras sebanyak 5.400 ton.

Sementara itu, secara keseluruhan, realisasi pengadaan beras di Jawa Timur sampai dengan saat ini telah mencapai 40 ribu ton.

"Dengan jumlah beras yang ada, untuk pengadaan pangan di bulan Ramadan tidak perlu dikhawatirkan karena sangat tercukupi. Kami juga optimis bisa merealisasikan pengadaan beras sesuai target yang ditetapkan," kata Langgeng.

Meski demikian, dengan kapasitas penyimpanan gudang mencapai 10 ribu ton, Bulog terus berupaya menyerap hasil panen petani lokal demi menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

"Tentu upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Rombongan Komisi IV DPR RI Abdul Kharis selaku menyampaikan bahwa persediaan di Gudang Bulog Gulun mencapai lebih dari 4.000 ton dan dinilai cukup untuk menghadapi bulan puasa.

Dia menambahkan bahwa stok beras yang tersimpan sebagian berasal dari impor tahun 2024 dan untuk tahun 2025, impor sudah tidak dilakukan.

"Setelah melakukan pengecekan ke gudang Gulun, kami rasa stok ini cukup untuk menjelang bulan puasa. Kami juga meninjau beras yang ada di dalam tadi itu sebagian adalah impor tahun 2024," ujar Kharis.

"Karena, mulai 2025 sudah tidak ada impor lagi, jadi kalau di dalam ada beras impor itu adalah impor 2024," imbuhnya.

Menariknya, hasil perbandingan antara beras impor dari Vietnam dan Pakistan dengan beras lokal menunjukkan bahwa kualitas beras Indonesia lebih unggul.

Beras dalam negeri dinilai lebih besar dan bersih dibandingkan beras impor, sehingga diharapkan masyarakat semakin mencintai dan mengutamakan konsumsi beras produksi dalam negeri.

"Karena ini sudah mulai masa panen, kebetulan beras hasil panen dari masyarakat Magetan sudah masuk (ke Bulog), jika dibandingkan secara seksama beras lokal dengan impor, ternyata paling bagus punya lokal Indonesia," jelasnya.

"Seharusnya kita bangga punya beras lokal ini, dan tak lupa juga apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Bulog telah memperhatikan kesejahteraan petani dengan membeli gabah maupun beras langsung kepada petani dengan harga sesuai penugasan pemerintah," pungkasnya. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#bulog jatim #beras #ramadan #petani #gudang bulog