Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Selama 2024, Ekonomi Jatim Tumbuh di Bawah Nasional

Mus Purmadani • Kamis, 6 Februari 2025 | 14:44 WIB

 

TERMINAL: Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan selama tahun 2024 adalah transportasi dan pergudangan yang tumbuh sebesar 9,50 persen.
TERMINAL: Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan selama tahun 2024 adalah transportasi dan pergudangan yang tumbuh sebesar 9,50 persen.

RADAR SURABAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat ekonomi Jawa Timur tahun 2024 mengalami pertumbuhan sebesar 4,93 persen.

Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha kecuali lapangan usaha pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi sebesar 0,63 persen.

“Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah transportasi dan pergudangan yang tumbuh sebesar 9,50 persen. Kemudian, lapangan usaha jasa lainnya tumbuh sebesar 8,58 persen. Sedangkan lapangan usaha jasa perusahaan dan administrasi pemerintahan, pertahanan, dan Jaminan sosial wajib tumbuh sebesar 7,88 persen dan 7,78 persen,” ujar Kepala BPS Jatim Zulkipli, Rabu (5/2).

Menurutnya struktur PDRB Jawa Timur menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2024 tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.

Perekonomian Jawa Timur masih didominasi oleh lapangan usaha industri pengolahan sebesar 30,85 persen.

Diikuti oleh perdagangan besar-eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 18,81 persen.

“Kemudian pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar10,66 persen. Dan Konstruksi sebesar 8,97 persen. Peranan keempat lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Jawa Timur mencapai 69,29 persen,” jelasnya.

Diketahui ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03 persen, melambat dibanding capaian tahun 2023 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,05 persen (c-to-c).

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha jasa lainnya sebesar 9,80 persen.

Sementara itu, pertumbuhan tertinggi dari sisi pengeluaran dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) sebesar 12,48 persen.

“Ini artinya ekonomi Jatim tumbuh dibawah nasional,” katanya.

Selama tahun 2024 kelompok provinsi di Pulau Jawa mewarnai struktur dan kinerja ekonomi Indonesia secara spasial dengan kontribusi sebesar 57,02 persen dan kinerja ekonomi yang mencatat pertumbuhan 4,92 persen (c-to-c).

Zulkipli menambahkan selama tahun 2024, kategori pertanian mencatatkan kinerja yang melambat dibanding tahun sebelumnya.

Perlambatan didorong oleh turunnya produksi di hampir semua komoditas tanaman pangan dan kehutanan.

“Secara y-on-y produksi pertanian masih terpengaruh el nino tahun sebelumnya yang menyebabkan tanaman tidak bisa tumbuh optimal,” pungkasnya. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Zulkipli #kepala bps jatim #Jawa Timur #pertumbuhan ekonomi #tahun 2024