RADAR SURABAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat perjalanan wisatawan nusantara ke Jatim hingga Desember 2024 mencapai 218.711.818.
Perjalanan Wisnus periode Januari - Desember 2024 meningkat sebesar 5,60 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023.
Secara kumulatif (Januari-Desember) jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Timur pada tahun 2024 mencapai 322.045 kunjungan.
“Nilai ini lebih tinggi dibandingkan jumlah kunjungan wisman tahun 2023 pada periode waktu yang sama, yaitu sebanyak 218.458 kunjungan atau mengalami peningkatan sebesar 47,42 pesen,” ujar Kepala BPS Jatim Zulkipli, Selasa (4/2).
Dia menambahkan, pada bulan Desember 2024 kunjungan wisman ke Jawa Timur melalui pintu masuk Juanda sebanyak 19.265 kunjungan. Kondisi ini mengalami penurunan dibandingkan dengan kondisi pada bulan November 2024.
Jumlah kunjungan wisman bulan Desember 2024 turun sebesar 17,12 persen dibandingkan jumlah wisman bulan Desember 2023 yang berjumlah 23.244 kunjungan.
“Faktor cuaca berkontribusi pada penurunan jumlah kunjungan Wisatawan Mancanegara di Jawa Timur pada November - Desember 2024. Selain itu naiknya harga tiket tarif masuk untuk perjalanan wisata ke Gunung Bromo menyebabkan wisatawan mengurungkan datang ke Gunung Bromo,” katanya.
Rata-rata lama menginap tamu asing pada hotel klasifikasi bintang di Jawa Timur bulan Desember 2024 mencapai 2,07 hari atau mengalami penurunan sebesar 0,36 poin jika dibandingkan dengan bulan November 2024.
Secara umum, rata-rata lama menginap tamu Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu asing.
Untuk RLMT hotel bintang keseluruhan pada bulan Desember 2024 sebesar 1,45 hari atau terjadi penurunan sebesar 0,07 poin jika dibandingkan dengan keadaan November 2024.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) TPK hotel berbintang bulan Desember 2024 sebesar 58,44 persen atau naik 1,20 poin dibandingkan TPK bulan November 2024 sebesar 57,24 persen.
Angka TPK ini berarti pada bulan Desember 2024 dari setiap 100 kamar yang disediakan oleh seluruh hotel berbintang yang ada di Provinsi Jawa Timur, setiap malamnya antara 58 hingga 59 kamar telah terjual.
“Angka TPK tersebut lebih rendah 4,33 persen dibandingkan angka TPK hotel berbintang pada bulan Desember 2023. Sedangkan TPK hotel non bintang bulan Desember 2024 sebesar 24,75 persen atau naik 2,09 poin dibandingkan TPK bulan November 2024 yang hanya sebesar 22,66 persen,” pungkasnya. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari