RADAR SURABAYA - Di pasar-pasar tradisional, euforia pergantian tahun juga berdampak signifikan pada lonjakan permintaan komoditas pangan, khususnya ikan dan ayam.
Akibatnya, harga kedua komoditas tersebut mengalami kenaikan yang cukup signifikan, hal ini dikeluhkan para pedagang maupun konsumen.
Seperti di Pasar Tradisional Dukuh Kupang Surabaya, stan ikan dan ayam yang ramai dikunjungi masyarakat jelang malam pergantian tahun.
Para pedagang ikan, baik ikan laut maupun air tawar, kewalahan memenuhi permintaan yang membludak.
Kusniah, seorang pedagang ikan, mengungkapkan kesulitannya mendapatkan ikan dari distributor karena pasokan dari nelayan yang berkurang.
"Biasanya saya hanya menjual sekitar 50 kilogram ikan per hari, tapi sekarang bisa sampai 100 kilogram lebih. Masalahnya, pasokan dari nelayan berkurang drastis," ungkap Kusniah, Selasa (31/12).
Cuaca buruk yang melanda perairan di sekitar Surabaya menjadi penyebab utama berkurangnya pasokan ikan laut.
Gelombang tinggi dan angin kencang membuat nelayan enggan melaut, sehingga stok ikan di pasar menjadi terbatas.
"Kenaikan harga pun tak terhindarkan, berkisar antara Rp 2 ribu hingga Rp 10 ribu per kilogram, tergantung jenis ikannya. Ikan jenis bandeng dan kakap, mengalami kenaikan harga paling signifikan," terangnya.
Sementara itu, pada stan penjual ayam, pemandangan serupa juga terlihat.
Rismawani, seorang pedagang ayam di Pasar Dukuh Kupang, mengaku bahwa permintaan daging ayam meningkat tajam hingga 50 persen dibandingkan hari-hari biasa.
"Biasanya saya bisa menjual 100 ekor ayam per hari, sekarang bisa sampai 150 ekor lebih. Tapi, harga juga ikut naik, sekitar Rp 1.000 hingga Rp 2 ribu per kilogram," tuturnya.
Kenaikan harga ayam, menurutnya, juga dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan dari peternak.
Banyak peternak yang mengurangi produksi menjelang tahun baru karena libur dan juga karena permintaan pakan ternak yang meningkat.
"Harga ayam broiler yang biasanya dibanderol Rp 36 ribu per kilogram, kini melonjak menjadi Rp 37 ribu hingga Rp 38 ribu per kilogram," jelasnya.
Para pedagang berharap kondisi ini tidak berlangsung lama. Mereka juga berharap cuaca membaik sehingga pasokan ikan kembali normal.
Sementara untuk ayam, mereka berharap pasokan dari peternak dapat kembali meningkat setelah masa liburan tahun baru berakhir.
Meski demikian kenaikan harga ikan dan ayam ini menjadi bukti nyata dampak cuaca buruk dan liburan panjang terhadap stabilitas harga pangan di pasaran.
Konsumen pun harus siap merogoh kocek lebih dalam untuk menikmati hidangan laut dan ayam di perayaan tahun baru ini. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari