Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BPS Catat Jatim Tak Hanya Impor Beras, Tapi Juga Ekspor Beras Jenis Ini

Mus Purmadani • Jumat, 27 Desember 2024 | 06:50 WIB
Proses pengecekan kualitas beras di gudang Bulog.
Proses pengecekan kualitas beras di gudang Bulog.

RADAR SURABAYA – Meskipun  Jawa Timur masih mengimpor beras tetapi kenyataannya juga melakukan ekspor.

Namun beras yang di ekspor adalah yang masih dalam bentuk beras berkulit (padi) yang digunakan untuk semai atau non semai.

Kemudian beras ketan yang sudah digiling maupun setengah giling serta beras pecah untuk pakan ternak.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Zulkipli, Kamis (26/12).

Menurutnya peningkatan nilai dan ekspor beras ke luar Jawa Timur memang tidak sebesar impor.

“Tahun 2022 ada peningkatan nilai ekspor beras sebesar 12,27 persen dibandingkan tahun 2021, persentase kenaikan tersebut tidak sebanding dengan kenaikan ekspor dari 2020 ke 2021 yang sebesar 28,49 persen,” katanya.

Zulkipli menambahkan dari sisi volume ekspor beras Jawa Timur tetap mengalami peningkatan.

Peningkatan ekspor beras tertinggi terjadi pada periode 2022 yang meningkat hingga 200 persen lebih jika dibandingkan dengan ekspor 2021.

Sedangkan ekspor tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar 21,84 persen.

Lebih lanjut Zulkipli juga menjelaskan konsumsi beras pada rumah tangga di Jawa Timur sebesar 6,34 kg perkapita sebulan pada tahun 2022 dan 2023.

“Yang artinya di setiap rumah tangga setiap jiwa mengkonsumsi beras sebanyak 6,34 kg selama satu bulan,” ujarnya.

Menurutnya terjadi kenaikan konsumsi beras pada tahun tersebut dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 6,32 kg perkapita sebulan.

Selama tiga tahun berturut-turut konsumsi beras di pedesaan selalu lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah perkotaan.

“Jenis pekerjaan yang berbeda antar wilayah tersebut kemungkinan menyebabkan perbedaan konsumsi beras. Pekerjaan yang berat di pedesaan mengharuskan mereka membutuhkan asupan makanan yang besar terutama beras sebagai bahan makanan pokok. Tetapi masyarakat perkotaan dengan jenis pekerjaan yang ringan tidak membutuhkan asupan beras yang tinggi dan di perkotaan lebih banyak pilihan untuk konsumsi dibanding dengan pedesaan,” terangnya.

Diketahui jumlah konsumsi beras penduduk Jawa Timur selama tahun 2021, 2022, dan 2023 berturut-turut sebesar 4,33 juta ton, 4,34 juta ton, dan 4,37 juta ton beras.

“Pertumbuhan konsumsi beras ini umumnya meningkat bersamaan dengan bertambahnya jumlah penduduk di Provinsi Jawa Timur,” pungkasnya. (mus)

Editor : Jay Wijayanto
#BPS Jatim #impor beras #ekspor beras #beras