Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ini Komoditas yang Mendominasi Produksi Tanaman Buah dan Sayuran Semusim di Jatim

Mus Purmadani • Jumat, 27 Desember 2024 | 03:03 WIB

 

Petani bawang merah menjemur hasil panennya.
Petani bawang merah menjemur hasil panennya.
RADAR SURABAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat luas panen terbesar tanaman buah-buahan dan sayuran semusim pada tahun 2023 adalah luas panen cabai rawit dan bawang merah yang mencapai lebih dari 50 ribu hektare.

Kepala BPS Jatim Zulkipli mengatakan, luas panen cabai rawit mengalami peningkatan pada tahun 2020 hingga 2022 namun mengalami penurunan produksi sebesar 12,98 persen pada tahun 2023.

Peningkatan luas panen cabai rawit tertinggi terjadi pada tahun 2020 mencapai 16,23 persen.

“Pada komoditas bawang merah, luas panen terus mengalami peningkatan dari tahun 2019 hingga 2021 namun mengalami penurunan tahun 2022 hingga 2023. Pada tahun 2023 luas panen bawang merah mengalami penurunan dari 51,61 ribu hektare di tahun 2022 menjadi 51,02 ribu hektare di tahun 2023,” katanya, Kamis (26/12).

Menurutnya, produksi bawang merah di tahun 2023 menduduki posisi kedua terbesar di Jawa Timur dan merupakan komoditas strategis di antara tanaman buah-buahan dan sayuran semusim lainnya.

Photo
Photo

Luas panen komoditas ini di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2023 mencapai 51,02 ribu hektare dan menghasilkan produksi sebanyak 484,67 ribu ton.

Dibandingkan tahun 2022 komoditas bawang merah mengalami penurunan luas panen, namun produksi dan produktivitasnya mengalami kenaikan yaitu masing-masing sebesar 1,31 persen dan 2,49 persen.

“Dari fluktuasi tersebut luas panen tertinggi pada tahun 2022 terjadi pada bulan April yakni 6,58 ribu hektare. Sedangkan luas panen tertinggi tahun 2023 terjadi di bulan Maret yang mencapai 6,59 ribu hektare. Luas panen terendah tahun 2022 terjadi pada bulan Februari yakni 1,93 ribu hektare dan tahun 2023 terjadi pada bulan Juli yaitu 2,21 ribu hektare,” jelasnya.

Zulkipli menambahkan, dilihat dari produksinya, terlihat bahwa bawang merah mengalami produksi tertinggi di bulan Agustus baik pada tahun 2022 maupun 2023 dengan produksi masing-masing mencapai 69,22 ribu ton dan 76,62 ribu ton.

“Pada tahun 2023 produksi pada bulan Agustus lebih tinggi daripada bulan Maret yang hanya mencapai 58,82 ribu ton walaupun pada bulan Maret memiliki luas panen tertinggi,” katanya.

Selama tahun 2023, produksi bawang merah terbesar berasal dari Kabupaten Nganjuk yaitu sekitar 37,91 persen dari total produksi Jawa Timur atau sebanyak 183,76 ribu ton.

Kemudian Kabupaten Probolinggo menyumbang sekitar 16,35 persen atau 79,26 ribu ton, Kabupaten Malang sekitar 10,80 persen atau 52,34 ribu ton, Kabupaten Sampang sekitar 8,76 persen atau 42,44 ribu ton, dan Kabupaten Bojonegoro sekitar 5,46 persen atau 26,45 ribu ton.

“Kelima kabupaten ini sudah mampu menyumbang produksi bawang merah lebih dari 75 persen dari total produksi bawang merah di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2023,” ungkapnya.

Sementara itu, komoditas strategis tanaman sayuran dan buah-buahan semusim di Jawa Timur lainnya yaitu cabai rawit.

Luas panen komoditas cabai rawit di Jawa Timur mencapai 80,01 ribu hektare dengan produksi sebesar 562,82 ribu ton pada tahun 2023.

“Produksi tersebut merupakan produksi tertinggi jika dibandingkan dengan komoditas tanaman sayuran dan buah-buahan semusim lainnya. Luas panen cabai rawit juga merupakan luas panen tertinggi di antara komoditas lainnya, walaupun mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 0,60 ribu hektare atau turun sekitar 0,75 persen,” katanya.

Menurutnya, terjadi perbedaan pola pada produksi tahun 2022 dan 2023, dimana produksi tertinggi tahun 2022 terjadi pada Mei mencapai 69,17 ribu ton.

Sementara produksi tertinggi tahun 2023 terjadi pada April sebesar 60,35 ribu ton.

“Fluktuasi produksi tahun 2023 dimulai dari bulan Januari hingga Mei, kemudian pola produksi mulai meningkat di bulan Juni yakni 55,02 ribu ton, dan meningkat kembali bulan Juli menjadi 56,61 ribu ton. Pola penurunan produksi tahun 2023 terjadi mulai dari bulan Agustus  yakni 48,79 ribu ton sampai dengan Desember dan mencapai titik produksi terendah yaitu sebesar 25,88 ribu ton,” jelasnya.

Dengan adanya peningkatan dan penurunan produksi tahun 2023, diperoleh rata-rata produksi cabai rawit di tahun 2023 mencapai 46,90 ribu ton per bulan, angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 53,90 ribu ton per bulan.

“Luas panen tahun 2023 menunjukkan peningkatan dan penurunan yang tidak terlalu tajam jika dibandingkan dengan perubahan produksi cabai rawit,” katanya.

Produksi cabai rawit di Kabupaten Kediri, Malang, Sampang dan Blitar menjadi penyumbang terbesar produksi komoditas cabai rawit di Jawa Timur pada tahun 2023.

Produksi di Kabupaten Kediri telah mampu menghasilkan cabai rawit sekitar 20,62 persen atau sebanyak 116,03 ribu ton.

Kemudian produksi di Kabupaten Malang 15,98 persen atau 89,94 ribu ton, Sampang 14,18 persen atau 79,83 ribu ton dan Blitar 7,85 persen atau 44,19 ribu ton.

“Keempat kabupaten tersebut menjadi penyumbang produksi cabai rawit terbesar di Jawa Timur yang totalnya mencapai lebih dari 50 persen,” pungkasnya. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#BPS Jatim #bawang merah #cabai rawit #luas panen