RADAR SURABAYA -Indonesia mencanangkan bisa kembali swasembada gula nasional pada 2028.
PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) tengah mengejar produktivitas tanaman tebu dan produksi gula agar target menuju swasembada gula nasional dapat terealisasi.
Direktur Utama PTPN III, Mohammad Abdul Ghani menuturkan, dari analisa data produksi gula secara nasional, tahun ini produksi diproyeksikan akan mencapai 2,47 juta ton.
Untuk tahun depan, produksi gula nasional ditargetkan bisa meningkat menjadi 2,6 juta ton.
“Dengan target gula nasional sebanyak itu, berarti kita telah memutus siklus tersebut sejak 1931. Karena produksi gula tertinggi terjadi pada 1930 yakni sebanyak 2,9 juta ton," ujar Ghani dalam kegiatan kick off Program Manis Menuju Swasembada Gula Nasional di kebun tebu Lumajang, Jawa Timur, Rabu (20/11).
Sementara itu, Direktur Utama SGN Mahmudi mengatakan, produksi gula dari SGN sendiri pada 2023 tercatat mencapai 750 ribu ton.
Untuk tahun ini ditargetkan naik sebanyak 100 ribu ton sehingga menjadi 850 ribu ton, sedangkan produksi gula nasional tahun ini diproyeksi naik sebanyak 200 ribu ton.
"Target tahun depan dari SGN akan naik sebanyak 150 ribu ton sehingga produksinya akan menjadi 1 juta ton. Jadi nanti pada 2028, SGN akan berkontribusi sebanyak 1,48 juta - 1,5 juta ton gula terhadap nasional, dan insyaallah itu sudah swasembada," jelasnya.
Menurut Mahmudi, mengejar swasembada gula ini sebetulnya bukan perkara sulit.
Apalagi saat ini SGN terus berupaya menggenjot produktivitas tanaman tebu melalui penggunaan teknologi untuk perawatan tanaman tebu, aplikasi platform ETERA (Ekosistem Tebu Rakyat) yang menghubungkan petani dengan perbankan, saprodi penyediaan pupuk melalui program Makmur, irigasi yang baik.
Serta penggunaan benih tebu varietas baru yang diharapkan dapat meningkatkan produksi gula.
"Ini bukan sesuatu yang sulit, selama kita punya program akselerasi pendekatan dan intensifikasi. Ada platform digital ETERA, di sana sudah perbankan yang support, Pupuk Indonesia support, Direktorat Jenderal Perkebunan sudah support, ini yang akan mempercepat pencapaian swasembada," ujarnya.
Bahkan, lanjutnya, SGN bersama Petrokimia Gresik akan menyiapkan layanan mobil Keliling dengan sebanyak 150 petugas yang akan membantu petani menganalisi kontur dan kualitas tanah sehingga pemberian pupuk akan sesuai dengan dosis yang dieprlukan.
"Jadi dalam program Manis ini, kita ingin memastikan program yang diawal bisa berjalan dengan baik dengan dukungan digitalisasi, agriprenuer dan KUR khusus yang dulu sudah pinjam Rp 500 juta tidak bisa dipakai lagi, tapi sekarang sudah bisa pinjam lagi dengan bunga 6 persen untuk musim tanam berikutnya," katanya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut dukungan bersama semua stakeholder pada program Asta Cita Presiden Prabowo serta upaya mencapai swasembada pangan yang sudah dicanangkan.
Zulkifli optimistis jika kinerja sejumlah Kementerian terkait bisa kompak maka swasembada pangan bisa diraih sebelum 2028.
"Kita pakai teknologi drone, irigasinya alatnya juga kalau dulu pakai cangkul, sekarang pakai mesin. Terus bibitnya varietas baru bibit unggul dari sebelumnya, sehingga produktivitasnya bisa tinggi, tahun lalu 2,2 juta produksinya sekarang 2,4 juta ton,” ucapnya.
“Kami percepat kalau produktivitasnya tinggi sehingga untungnya banyak, sehingga orang tanam lagi dan kita punya ladang baru sehingga bisa swasembada sebelum 2028,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Zulhas juga menyempatkan meninjau empat varietas benih tebu unggulan yang baru dirilis yakni PS Nusantara 081, PS Nusantara 082, PS Nusantara 083, dan PS Nusantara 084, kebun tebu unggulan P10T, melakukan penanaman tebu perdana. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari