Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BI Jatim Ungkap Strategi Penguatan Hilirisasi Pangan dengan Cara Ini

Mus Purmadani • Kamis, 21 November 2024 | 16:59 WIB
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jatim, Erwin Gunawan Hutapea.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jatim, Erwin Gunawan Hutapea.

RADAR SURABAYA-Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Erwin Gunawan Hutapea menekankan pentingnya hilirisasi untuk mendorong nilai tambah dan mendukung ketahanan pangan.

"Hilirisasi perlu difokuskan pada komoditas surplus dan komoditas ekspor yang berbentuk material (raw material)," ujarnya dalam kegiatan Java Regional Economic Forum (JREF) 2024, Rabu (20/11).

Diketahui Bank Indonesia bersama dengan pemerintah daerah di seluruh wilayah Jawa serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kemenperin, dan kementerian/lembaga lainnya berkomitmen mendorong hiliriasi pangan di Jawa.

Komitmen ini disepakati dalam JREF. Kegiatan ini terdiri dari rapat koordinasi wilayah (rakorwil) dan diseminasi hasil kajian mengenai hilirisasi pangan.

Tema yang diangkat dalam rakorwil adalah Penguatan Hilirisasi Pangan dalam Mendukung Akselerasi Pertumbuhan di Wilayah Jawa.

Isu ini sejalan Asta Cita ke-5 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) terkait hilirisasi SDA dan penguatan Industri Pangan.

Pembahasan difokuskan pada peluang dan tantangan hilirisasi komoditas pangan khususnya padi, aneka cabai, bawang merah, perikanan terutama udang dan rumput laut.

Erwin mengatakan dalam pertemuan tersebut dirumuskan tiga strategi penguatan hilirisasi.

Pertama, upaya penguatan struktur produksi melalui fokus bantuan sarana prasarana dalam rangka mendukung produksi bahan baku pendukung hilirisasi.

Kedua Penguatan dukungan kebijakan lintas lembaga dalam mendukung efisiensi biaya produksi dan peningkatan daya saing.

Ketiga, mendorong prioritisasi promosi investasi khususnya pada proyek hilirisasi pangan dan perluasan perdagangan di pasar domestik maupun pasar global (pasar non tradisional).

Sementara itu, Asisten Daerah Provinsi Jawa Timur Ir Joko Irianto menyampaikan bahwa kunci pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa adalah sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah Kabupaten/Kota.

Sehingga, supply-chain antar daerah semakin kuat yang akhirnya dapat berdampak pada kesuksesan program hilirisasi pangan.

Dalam kegiatan diseminasi tersebut juga disampaikan komitmen berbagai pihak dalam mendorong hilirisasi pangan antara lain melalui penguatan strategi hilirisasi pangan melalui penguatan produksi bahan baku hulu sampai dengan hilir.

Kemudian penguatan strategi promosi investasi didukung pemetaan potensial investor dari luar negeri dan juga penguatan Research and Development (R&D) sebagai upaya memperluas diversifikasi produk dan penguatan daya saing melalui inovasi pada input produksi. (mus)

Editor : Jay Wijayanto
#hilirisasi pangan #BI perwakilan Jatim