Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Oktober 2024, Jatim Inflasi 0,15 Persen, Ini Penyebabnya

Mus Purmadani • Sabtu, 2 November 2024 | 02:18 WIB
HARGA NAIK: Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor utama penyebab inflasi bulan Oktober.
HARGA NAIK: Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor utama penyebab inflasi bulan Oktober.

RADAR SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat bulan Oktober 2024, Jawa Timur mengalami inflasi bulan ke bulan atau month to month (mtm) sebesar 0,15 persen.

Sedangkan secara year to date (ytd) dan year on year (yoy) mengalami inflasi berturut-turut sebesar 0,81 dan 1,66 persen.

Menurut Kepala BPS Jatim Zulkipli, penyumbang utama inflasi bulan Oktober 2024 secara mtm adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,12 persen.

Komoditas utama penyumbang inflasi diantaranya daging ayam ras, tomat, dan bawang merah.

"Secara ytd, inflasi pada bulan Oktober 2024 dipicu oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Sementara itu, secara yoy dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau," katanya.

Sementara itu, lanjut Zulkipli, kelompok transportasi menjadi penahan utama inflasi, baik secara bulan ke bulan (mtm), tahun kalender (ytd), maupun tahun ke tahun (yoy).

Pada bulan Oktober 2024, komoditas hasil peternakan tercatat mengalami kenaikan harga, diantaranya daging ayam ras yang rata-rata harganya naik menjadi Rp 35.135 per kg dan telur ayam ras naik menjadi Rp 25.756 per kg.

"Kenaikan juga terjadi di beberapa produk pertanian tanaman hortikultura. Komoditas tomat tercatat kembali mengalami kenaikan harga yaitu rata- rata sebesar 9.989 rupiah per kg. Komoditas bawang merah juga kembali mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 28.207 rupiah per kg," katanya.

Meskipun demikian, rata-rata harga pada bulan Oktober 2024 secara umum masih berada pada kisaran harga wajarnya.

Komoditas cabai rawit dan cabai merah tercatat mengalami penurunan harga pada bulan Oktober 2024.

Rata-rata harga komoditas cabai rawit yaitu 35.426 rupiah per kg, sedangkan komoditas cabai merah sebesar 23.790 rupiah per kg.

"Jika dilihat menurut kabupaten/kota maka terlihat bahwa komoditas cabai rawit mengalami deflasi bulan ke bulan (mtm) pada seluruh kabupaten/kota IHK di Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, komoditas cabai merah masih tercatat mengalami inflasi bulan ke bulan (mtm) pada sebagian kabupaten/kota IHK di Provinsi Jawa Timur," terangnya.

Pada Oktober 2024 terjadi inflasi (yoy) Provinsi Jawa Timur sebesar 1,66 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,37.

Inflasi tertinggi sebesar 2,30 persen terjadi di Sumenep dengan IHK sebesar  108,97 dan inflasi terendah terjadi di Kota Kediri sebesar 0,91 persen dengan IHK sebesar 105,54.

Inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,38 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar  1,68 persen.

Kelompok  perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah  tangga sebesar 0,47 persen.

Kelompok perlengkapan, peralatan dan  pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,60 persen.

"Kelompok kesehatan sebesar 1,87 persen. Kelompok olahraga, dan budaya sebesar rekreasi 1,43 persen. Kelompok pendidikan sebesar 1,54 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran  sebesar 2,24 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar  7,04  persen," terangnya.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan  indeks,  yaitu kelompok transportasi serta kelompok informasi, komunikasi, dan  jasa keuangan masing-masing sebesar 0,30 persen. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Inflasi #cabai #Jawa Timur #tomat