Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tongkol dan Lemuru Hasil Produksi Perikanan Tangkap Jatim Catat Nilai Ekspor USD2,602 Juta

Jay Wijayanto • Selasa, 22 Oktober 2024 | 04:38 WIB
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Muhammad Isa Anshori.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Muhammad Isa Anshori.

RADAR SURABAYA - Jawa Timur disebut-sebut sebagai provinsi penghasil produksi perikanan tangkap tertinggi di Indonesia. Total produksi perikanan tangkap di Jatim mencapai 590.685,8 ton.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Muhammad Isa Anshori, Senin (21/10).

Menurutnya, dari capaian tersebut menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp1,26 triliun.

Persepsi pelaku usaha dimana dalam pengurusan perizinan selalu terbentur dengan birokrasi yang berbelit, antrean yang panjang, durasi waktu yang tidak pasti, praktik pungutan, dapat diantisipasi dengan inovasi SIRIP. 

"SIRIP memungkinkan untuk mengajukan perizinan dokumen kapal dengan cepat dan efisien. Tak perlu lagi antre panjang atau menghabiskan waktu di kantor, cukup gunakan aplikasi SIRIP kapanpun dan dimanapun secara gratis," jelasnya.

Isa menambahkan selain tertinggi produksi ikan tangkap, juga tertinggi produksi perikanan budidaya. Terdapat tiga jenis komoditas unggulan perikanan budidaya di Jawa Timur yang mencapai hasil produksi paling tinggi

Rumput laut dengan capaian produksi sebesar 733.368,1 ton, kemudian bandeng dengan capaian produksi sebesar 162.788,1 ton, kemudian lele dengan capaian produksi sebesar 157.770,7 ton.

Isa mengatakan sebanyak 52,88 persen total produksi perikanan budidaya di Jawa Timur berasal dari rumput laut.  Potensi lahan rumput laut di Jatim seluas 397.286 hektare dengan jumlah produksi sebanyak 699.236 ton. "Untuk luas eksisting yakni 217 Hektare atau 0,1 persen," katanya. 

Isa mengatakan rumput laut merupakan salah satu komoditas kelautan dan perikanan unggulan Jatim.

Menurutnya permintaan rumput laut sangat tinggi terutama dari permintaan pasar ekspor. 

“Sebagian besar produksi rumput laut untuk memenuhi pasar ekspor dan dikirim dalam bentuk rumput laut kering,” katanya.

Isa mengatakan persentase budidaya rumput laut jenis Eucheuma Cottonii lebih mendominasi yakni 97,44 persen, dibandingkan jenis Glacillaria Verrucosa yang hanya 2,56 persen.

Editor : Jay Wijayanto
#perikanan tangkap #dinas kelautan dan perikanan #tongkol #Ekspor Jatim #lemuru