Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Penjualan Mobil Nasional Masih Loyo, Ini Penyebabnya

Nurista Purnamasari • Jumat, 18 Oktober 2024 | 17:51 WIB
MENURUN: Hingga akhir kuartal III, penjualan mobil nasional masih lesu.
MENURUN: Hingga akhir kuartal III, penjualan mobil nasional masih lesu.

RADAR SURABAYA - Kinerja penjualan mobil di Indonesia kembali mengalami perlambatan pada September 2024.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada akhir kuartal ketiga tahun ini penjualan wholesales (pabrik ke dealer) mobil nasional turun 4,8 persen month to month (mtm) menjadi 72.667 unit pada September 2024, dari bulan sebelumnya 76.304 unit.

Hal yang sama juga terjadi pada penjualan retail (dealer ke konsumen) mobil nasional juga berkurang 5,8 persen mtm menjadi 72.366 unit pada September 2024, dibandingkan bulan Agustus lalu yakni 76.808 unit.

Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto menyampaikan penurunan penjualan mobil di Tanah Air disebabkan turunnya daya beli masyarakat sejak memasuki semester II/2024.

Atas kondisi terkait, ia mempertimbangkan perlunya merevisi target penjualan mobil yang tadinya diperkirakan mencapai 1,1 juta unit di tahun ini.

Photo
Photo

"Memang daya beli masyarakat turun sekali, penjualan sangat lambat. Kayaknya proyeksi penjualan harus direvisi. Nanti kita bahas dengan anggota dulu," ujar Jongkie.

Meski turun, penjualan pada September bertahan di kisaran 70 ribuan unit yang berarti di atas rata-rata per bulan 63 ribuan unit.

Sepanjang Januari-September 2024, penjualan wholesales mobil nasional berada dalam tren negatif atau turun 16,2 persen year on year (yoy) menjadi 633.218 unit.

Pada periode yang sama tahun sebelumnya, penjualan wholesales mobil nasional mencapai 755.778 unit.

Tren serupa juga terjadi pada penjualan retail mobil nasional yang anjlok 11,9 persen yoy dari 746.246 unit pada Januari-September 2023 menjadi 657.223 unit pada Januari-September 2024.

Meski mengalami koreksi penjualan kecil pada September sebesar 2,1 persen dibanding Agustus, Toyota masih menjadi pemimpin pasar.

Sedangkan merek besar lain seperti Daihatsu minus 8,3 persen, Honda minus 4,9 persen, Mitsubishi minus 6,9 persen, Suzuki minus 1,6 persen dan Hyundai minus 12,5 persen.

Sebelumnya Gaikondo sudah menyatakan ada kemungkinan total penjualan mobil baru pada tahun ini tak mencapai 1,1 juta unit sesuai proyeksi pada awal tahun.

"Memang daya beli masyarakat turun sekali, penjualan sangat lambat. Kayaknya proyeksi penjualan harus direvisi," papar Jongkie. (bis/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#toyota #otomotif #penjualan mobil #daihatsu #honda #gaikindo