RADAR SURABAYA - Kebutuhan rumah tapak yang terus meningkat terutama dari kalangan muda, membuat developer terus merilis produk terbarunya. Salah satunya adalah Amesta Living yang dikembangkan PT Intiland Development Tbk bersama PT Abdael Nusa yang merilis tipe Mezza.
Harto Laksono, Direktur Marketing PT Intiland Development Tbk menjelaskan, hingga saat ini demand rumah tapak masih bagus.
Terbukti beberapa tipe yang dirilis sebelumnya di Amesta Living semuanya sudah sold out. Sementara demand terus mengalir.
“Karena itu kami luncurkan kembali tipe Mezza untuk menjawab tingginya animo masyarakat terhadap rumah tapak di Surabaya Timur,” kata Harto Laksono, Sabtu (28/9).
Dikatakan, pembeli segmen milenial dan pasangan muda memang cukup mendominasi di perumahan Amesta Living. Hal ini juga karena adanya momentum PPN-DTP dari pemerintah sehingga banyak pembeli yang membeli di tahun ini.
“Hampir 80-90 persen pembeli di Amesta Living memanfaatkan momentum PPN DTP. Karena itu Pembangunan juga kami kebut untuk serahterima unit pada Desember nanti. Kalau yang tipe baru, Mezza tidak bisa ikut PPN DTP karena waktunya mepet,” ujar Hans Wibisono, Direktur Utama PT Graha Abdael Sukses (GAS).
Harto Laksono menambahkan, tipe Mezza dikembangkan terbatas. Ada dua pilihan yakni Standard dan Deluxe. Mezza Standard (98/101) dengan 3 kamar tidur, 3 kamar mandi, dan 2 car port. Mezza Deluxe (98/124) dilengkapi dengan 4 kamar tidur, 3 kamar mandi, dan 2 car port. Harganya mulai Rp 2,4 miliar.
Untuk mendongkrak penjualan, pihaknya telah menyiapkan berbagai promo menarik untuk masyarakat yang ingin memiliki unit rumah tipe Mezza. Selain cukup menyediakan uang tanda jadi (UTJ) Rp 10 juta, tersedia pula promo free BPHTB dan free biaya KPR hingga Rp 20 juta.
“Biasanya orang kerja di Surabaya Timur tidak mau beli di wilayah Barat. Kami optimis semua unit akan habis tahun ini. Amesta Living bisa jadi pilihan menarik. Selain developernya kredibel, juga lokasinya strategis di jalan raya lingkar luar Timur (OERR). Sehingga pas untuk hunian dan investasi,” katanya.
Hans mengatakan, Surabaya Timur menjadi kawasan yang berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir sehingga menjadi pilihan banyak konsumen dan investor properti. Untuk itu, pihaknya juga mengembangkan fasilitas hunian yakni Community Center seluas 900 m2.
Community Center ini sebagai wadah bagi warga untuk berinteraksi dan berkolaborasi sehingga menciptakan ekosistem di mana warga bisa terkoneksi dan mendapatkan banyak manfaat, seperti mengembangkan home business, sarana edukasi hingga kehidupan social.
Berbagai fasilitas tersedia, mulai dari jogging track, gym dan kolam renang, ruang pameran, taman bermain, area komersial, hingga meeting point area.
Hal ini menjadi solusi atas berbagai kebutuhan aktivitas warga. Rencananya Community Center ini akan beroperasi pada awal semester I/2025.
“Di community center warga dapat melakukan berbagai aktivitas dengan tetap merasa seperti di rumah seperti olahraga, rekreasi bersama keluarga, hingga meeting bersama kolega. Saat ini, di Amesta Liivng sudah terjual 400 unit rumah dan ruko. Sebanyak 334 unit rumah sudah kami serahterimakan. Sekarang menyusul sebanyak 73 unit rumah lagi akan segera diserahterimakan,” pungkas Hans Wibisono. (fix)
Editor : Jay Wijayanto