Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gara-Gara Impor Mesin dan Peralatan dari Mesin Meningkat, Neraca Perdagangan Jatim Defisit

Mus Purmadani • Rabu, 4 September 2024 | 18:17 WIB
Pada Juli 2024, total nilai ekspor Provinsi Jawa Timur mencapai USD 2,41 miliar dan impor mencapai USD 2,68 miliar.
Pada Juli 2024, total nilai ekspor Provinsi Jawa Timur mencapai USD 2,41 miliar dan impor mencapai USD 2,68 miliar.

RADAR SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat nilai ekspor Provinsi Jawa Timur (Jatim) Juli 2024 senilai USD 2,41 miliar.

Dibandingkan bulan Juni 2024, dimana nilai ekspornya mencapai USD 1,89 miliar, ekspor Jatim Juli 2024 naik sebesar 27,45 persen.

“Sementara jika dibandingkan dengan Juli 2023 yang nilai ekspornya USD 1,54 miliar, mengalami peningkatan yaitu sebesar 57,08 persen," ujar Kepala BPS Jatim Zulkipli, Selasa (3/9).

Zulkipli mengatakan, ekspor non migas Juli 2024 mencapai USD 2,28 miliar. Atau meningkat sebesar 28,69 persen dibandingkan Juni 2024.

"Nilai tersebut jika dibandingkan dengan Juli 2023 juga mengalami peningkatan sebesar 49,69 persen," katanya. 

Sedangkan ekspor migas Juli 2024 mencapai USD 135,24 juta atau meningkat sebesar 9,63 persen dibandingkan Juni 2024.

"Nilai tersebut juga mengalami peningkatan jika dibandingkan Juli 2023 yaitu sebesar 829,05 persen," jelasnya.

Pada Juli 2024, nilai ekspor Jawa Timur mengalami peningkatan secara bulanan dan secara tahunan.

Penyumbang utama nilai ekspor nonmigas adalah emas/perhiasan yang pada Juli 2024 memberikan peranan sebesar 28,75 persen atau USD 508,83 juta, dengan pasar utama Jepang dan Swiss.

Selain itu juga tembaga dengan kontribusi sebesar 10,66 persen atau USD 188,72 juta, dengan pasar utama Vietnam dan Malaysia.

Yang ketiga yakni kayu dan barang dari kayu dengan kontribusi sebesar 8,17 persen atau USD 144,58 juta, dengan pasar utama Amerika Serikat dan Jepang.

Sementara untuk pangsa pasar tujuan ekspor non migas terbesar Juli 2024 yakni Jepang sebesar USD 0,44 miliar, Tiongkok USD 0,30 miliar, Amerika Serikat USD 0,30 miliar, dan Malaysia sebesar USD 0,10 miliar.

Untuk nilai impor juga mengalami peningkatan secara bulanan dan secara tahunan.

Impor Jatim Juli 2024 sebesar USD 2,68 miliar. Angka tersebut jika dibandingkan dengan nilai impor Juni 2024 yang sebesar USD 2,22 miliar, naik 20,67 persen.

Sementara jika dibandingkan dengan Juli 2023 yang nilai ekspornya mencapai USD 2,55 miliar, naik sebesar 4,81 persen.

Penyumbang utama nilai impor non migas Juli 2024 adalah kelompok mesin dan peralatan mekanis yang pada Juli 2024 memberikan peranan sebesar USD 194,78 juta atau berkontribusi 9,86 persen, dengan negara asal utama Tiongkok dan Jerman.

Dibandingkan bulan sebelumnya nilai impornya naik sebesar 30,32 persen.

Kemudian ampas dan sisa industri makanan yang memberikan peranan sebesar USD 132,80 juta atau berkontribusi 6,72 persen, dengan negara asal utama Brazil dan Argentina.

Dibandingkan bulan sebelumnya nilai impornya naik sebesar 21,75 persen persen.

Yang ketiga yakni plastik dan barang dari plastik yang memberikan peranan sebesar USD 132,26 juta atau berkontribusi 6,70 persen dengan negara asal utama Tiongkok dan Singapura.

Lebih lanjut Zulkipli menambahkan, pada Juli 2024, total nilai ekspor Provinsi Jawa Timur mencapai USD 2,41 miliar dan impor mencapai USD 2,68 miliar.

“Sehingga Provinsi Jawa Timur mengalami defisit sebesar USD 0,26 miliar pada bulan Juli 2024,” pungkasnya. (mus/nur) 

Editor : Nurista Purnamasari
#BPS Jatim #ekspor #neraca perdagangan #non migas #migas #impor