RADAR SURABAYA - Untuk mendukung para pelaku UMKM semakin tumbuh dan berkembang dipasar nasional dan global, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menggelar Workshop UMKM Indonesia Go Export 2024 di Surabaya. Kegiatan menarik ini diikuti 21 UMKM yang sudah dikurasi.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan, kegiatan ini merupakan kelanjutan kegiatan serupa yang dilakukan di Malang dan Bandung. Tahun lalu kegiatan ini dilakukan di Semarang dan Jogjakarta.
Bekerja sama dengan International Chamber of Commerce (ICC) Indonesia, workshop ini dimaksudkan untuk menyediakan wadah bagi pelaku UMKM dari berbagai daerah untuk menguasai strategi menembus pasar internasional.
“Kami terus mendorong agar UMKM semakin maju dan berkembang. Sebab, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia dengan menyerap 97 persen tenaga kerja di Indonesia,” kata Hera, Selasa (2/9).
Dikatakan, UMKM menyumbang 61 persen dari produk domestik bruto (PDB) atau setara Rp9.580 triliun, serta menyerap sekitar 117 juta pekerja atau 97% persen dari total tenaga kerja tahun 2023.
Sektor ini berpotensi besar dalam pengembangan ekspor nasional dengan kontribusi 16 persen dari total ekspor.
Untuk itu, BCA berupaya mendampingi UMKM agar bisa menemukan peluang ekspor. Selain memberikan pelatihan, peserta program UMKM Indonesia Go Export 2024 akan menerima pendampingan dari BCA dan ICC Indonesia untuk mengakses pasar internasional.
Pendampingan ini mencakup berbagai aspek, mulai keterlibatan UMKM dalam ajang bergengsi seperti Trade Expo Indonesia hingga bimbingan dalam proses transaksi dengan calon pembeli dari luar negeri.
Para UMKM juga akan mendapatkan kurikulum khusus seperti pengenalan transaksi perdagangan internasional, peningkatan kualitas produk, packaging, branding dan penyusunan laporan keuangan.
“Kami senang. Karena ekspor itu tidak mudah. Kami menggandeng pihak ketiga yang expert di bidang ekspor impor. Semoga knowledge dan pengalaman yang mereka dapatkan akan menjadi bekal bagi UMKM. Dan targetnya sampai ada dealing,” tambahnya.
Hendrik Sia, Kepala Kantor Wilayah III BCA, menambahkan, BCA akan memberikan support UMKM untuk bisa masuk pasar internasional.
Sebab, untuk masuk pasar ekspor memang tidak mudah. Selain produk harus berkualitas, juga tentu membutuhkan perbankan untuk permodalan.
Apalagi di Kanwil III BCA, pertumbuhan UMKM cukup bagus. Hal itu terlihat dari pertumbuhan kredit UMKM yang mencapai 15 persen pertumbuhan. Sedangkan portfolio kredit UMKM mencapai 20 persen dari total outstanding hingga Juni 2024.
“Kami akan dukung UMKM baik dari pembiayaan maupun lainnya agar UMKM bisa melakukan aktivitas ekpsor-impor. Kondisi ekonomi memang melambat, namun sektor UMKM masih bertumbuh,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, Horas V. M. Tarihoran, mengatakan, UMKM merupakan salah satu dari 10 prioritasOJK dalam meningkatkan literasi keuangan. Supaya mereke bisa lebih memahami pengelolaan keuangan sesuai dengan kebutuhannya.
“UMKM potensinya sangat besar. Tapi masih banyak yang menghadapi kendala di akses permodalan dan akses pemasaran. Mereka bisa berkembang asal didukung pembiayan dari bank. Kita siapkan agar UMKM bisa bertarung di pasa global dan usaha mereka berkelanjutan,” tutup Horas. (fix/jay)
Editor : Jay Wijayanto