RADAR SURABAYA – Banyak warga, terutama pedagang makanan, di Jawa Timur mengeluhkan harga komoditas cabai, baik cabai besar maupun cabai rawit mengalami kenaikan.
Harga cabai rawit di pasaran saat ini mencapai Rp 75.000 hingga Rp 80.000 per kilogram (kg).
Pedagang ayam geprek di kawasan Gedangan Sidoarjo, Siti Muawanah mengatakan kalau dirinya membeli cabai rawit merah di pasar seharga Rp 75.000 per kilogram.
“Solusinya kalau buat sambal tomatnya yang dibanyakin, kalau harganya yang dinaikin pelanggan akan komplain,” katanya, Jumat (19/7).
Berdasarkan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur harga rata-rata cabai rawit di Jatim adalah Rp 63.849 per kg.
Harga rata-rata cabai rawit tertinggi di Kabupaten Ngawi Rp 76.000 per kg.
Dan harga rata-rata cabai rawit terendah di Kabupaten Bangkalan Rp 23.000 per kg.
Sementara untuk cabai merah besar harga rata-rata Jawa Timur adalah Rp 34.099 per kg.
Harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Ngawi Rp 46.666 per kg.
Dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Malang Rp 26.200 per kg.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur Dydik Rudy Setiawan saat dihubungi Radar Surabaya mengatakan cabai rawit merah di tingkat produsen mengalami kenaikan harga dimulai dari tanggal 27 Juni dengan harga Rp 17.286 per kg.
Dan terus mengalami kenaikan sampai puncaknya di tanggal 18 Juli sebesar Rp 42.786 per kg.
“Kenaikan harga cabai rawit merah pada tingkat harga produsen diatas range Harga Acuan Pembelian (HAP) yaitu Rp 25.000 – Rp 31.500 atau diatas HAP 50 persen. Sedangkan perkembangan harga cabai besar ditingkat produsen mengalami kenaikan 0,08 persen atau Rp 20.182,” katanya.
Untuk cabai rawit merah di tingkat konsumen mengalami kenaikan harga dimulai dari tanggal 27 Juni dengan harga Rp 24.767 dan terus mengalami kenaikan sampai puncaknya di tanggal 18 Juli sebesar Rp 37.767.
Dan mencapai harga tertinggi di tingkat konsumen dalam satu bulan terakhir, terjadi pada tanggal 18 Juli sebesar Rp 57.667.
“Kenaikan harga cabai rawit merah pada tingkat harga konsumen diatas range HAP Penjualan yaitu Rp 40.000 – Rp 57.000. Jika di bandingkan dengan sumber data dari Siskaperbapo pada tingkat harga konsumen, harga tertinggi cabai rawit merah terjadi pada tanggal 18 Juli sebesar Rp 60.825 atau diatas HAP 52,8 persen. Perkembangan harga cabai besar ditingkat konsumen mengalami peningkatan harga sebesar 0,8 persen atau Rp 29.633,” jelasnya.
Rudy menambahkan ketersediaan cabai rawit pada bulan Juni mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya sebesar 47 persen.
Meski demikian masih dalam kategori surplus yaitu sebesar 40.799 ton.
Sedangkan ketersediaan cabai besar pada bulan Juni mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya sebesar 49 persen, namun demikian ketersediaan Jawa Timur pada bulan Juni masih surplus sebesar 3.133 ton.
“Penurunan ketersediaan cabai rawit dan cabai besar pada bulan Juni diakibatkan penurunan luas panen dan produktivitas yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, produktivitas pertanaman di dataran tinggi menurun karena sudah memasuki fase panen akhir - bongkar, disamping itu juga curah hujan yang menurun cenderung kering akibatnya ketersediaan air yang terbatas mempengaruhi pertumbuhan pertanaman yang masih ada. Kedua, di wilayah dataran rendah Sebagian besar memulai tanam baru,” pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa