Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Terserang Virus Gemini dan Antraknosa, Harga Cabai Merah Besar Tembus Rp 60.000 per Kg

Mus Purmadani • Selasa, 18 Juni 2024 | 00:30 WIB

 

PEDAS: Harga cabai merah besar di sejumlah daerah di Jatim merangkak naik hingga Rp 60 ribu per kilogram. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
PEDAS: Harga cabai merah besar di sejumlah daerah di Jatim merangkak naik hingga Rp 60 ribu per kilogram. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Harga komoditas cabai merah besar dan cabai merah keriting mengalami kenaikan.

Di sejumlah daerah harga dua komoditas ini mencapai Rp 60.000 per kilogram (kg).

Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, harga komoditas cabai merah besar per Senin (17/6) adalah Rp 51.012.

Harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Jombang dan Kota Kediri, yaitu Rp 60.000.

Sementara harga rata-rata terendah cabai merah besar di Kabupaten Situbondo, yaitu Rp 39.333.

Sedangkan harga rata-rata komoditas cabai merah keriting adalah Rp 48.224.

Harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Gresik Rp 62.500.

Dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Lumajang Rp 32.000.

Wakil Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Jatim Nanang Triatmoko mengatakan, mahalnya harga cabai merah besar karena hasil produksinya berkurang.

Hal ini disebabkan karena komoditas ini terserang virus gemini dan antraknosa.

Menurutnya harga pada tingkat petani sudah mencapai Rp 45.000.

"Virus ini menyebabkan daun menguning dan keriting. Selain itu tanaman jadi kerdil dan tidak mau berbuah," katanya, Senin (17/6).

Sedangkan antraknosa, lanjut Nanang, disebabkan oleh jamur. Antraknosa menyebabkan buah membusuk sebelum dipanen.

"Biasanya gejala awalnya ditandai bintik hitam pada buah," jelasnya.

Untuk cabai merah keriting, menurut Nanang, tidak banyak daerah yang melakukan budidaya komoditas ini.

Nanang mengatakan hanya di Lumajang. "Selain itu budidayanya cukup susah dan masa panennya lama. Ini yang membuat petani Jatim enggan menanam cabai merah keriting," pungkasnya. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#cabai keriting #pasar di jatim #antraknosa Cabai #SISKAPERBAPO #cabai merah #harga cabai naik #virus gemini