SURABAYA - Bisnis warung kopi (warkop) di Jawa Timur kini kian menjamur. Bahkan, bisnis yang kebanyakan dijalankan anak muda ini dianggap sangat menjanjikan.
Ketua Dewan Kopi Jawa Timur, KH Muhammad Zakki, memastikan usaha kopi di pasar domestik masih menggeliat. Sebab menurutnya, tren minum kopi sudah menjadi tren atau gaya hidup khususnya di kalangan anak muda.
“Banyak anak muda yang terjun di dunia barista, sehingga saya rasa usaha ini memiliki prospek yang sangat bagus,” ungkapnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Mukmin Mandiri Sidoarjo ini mengatakan, banyaknya warung dan kedai kopi yang berdiri hingga ke perkampungan harus membuat para pengusaha di bidang ini memiliki inovasi dan mengikuti perkembangan zaman.
“Misalnya tampilan warung atau kedainya harus unik. Selain itu harus didukung dengan fasilitas kekinian. Karena anak-anak muda sekarang kan suka nongkrong di warung kopi, tentunya sangat berbeda dengan warung-warung kopi zaman dahulu. Kalau kita tidak mengikuti tren, tentu akan kalah bersaing,” katanya.
Menurutnya, pemerintah pasti akan memberikan ruang bagi pengusaha warung kopi untuk memulihkan perekonomian.
Ia juga meyakini masyarakat tentunya juga sangat paham dan patuh terhadap protokol kesehatan. “Artinya bagi pengusaha warung kopi harus tetap istiqomah menjalankan usahanya,” tuturnya.
Menurutnya, warung dan kedai kopi masuk dalam sektor informal untuk bisnis di perkotaan. Sebab tidak semua yang menjalankan usaha ini memiliki izin resmi sebagai usaha formal.
"Sehingga ini menjadi pilihan yang sangat terbuka bagi orang-orang untuk memulai usaha baru. Karena modalnya tidak terlalu besar dan lebih mengandalkan kerja keras tanpa ada syarat lain yang sifatnya formal," katanya. (mus/jay)
Editor : Jay Wijayanto