JAKARTA - PT Intiland Development Tbk (DILD) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2023 di Intiland Tower, Jakarta, Kamis (30/5) serta secara daring melalui layanan EASY Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Corporate Secretary Intiland Theresia Rustandi mengatakan bahwa pemegang saham telah menerima pengunduran diri Moedjianto Soesilo Tjahjono dari jabatannya selaku Wakil Direktur Utama Perseroan dan Ping Handayani Hanli dari jabatannya selaku Direktur Perseroan.
“RUPS Tahunan memberikan persetujuan pengangkatan Ping Handayani Hanli sebagai Komisaris dan Novita Anggriani sebagai Direktur Perseroan yang baru,” kata Theresia dalam keterangan resminya, Kamis (30/05).
Dijelaskan, Novita Anggriani, bergabung Intiland sejak tahun 2015 dan menduduki sejumlah jabatan penting sebagai General Manager Perseroan dan Direktur di beberapa anak perusahaan.
Sebelum di Intiland, dia memiliki pengalaman di bidang realestat dengan jabatan strategis di PT Jones Lang LaSalle Indonesia, Badan Penyehatan Perbankan Nasional, serta PT Colliers Jardine Indonesia.
“Perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris ini akan memperkuat jajaran manajemen Intiland. Kami percaya perubahan ini memberikan dampak positif bagi perkembangan Perusahaan ke depan,” kata Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono.
Pemegang saham Perseroan juga menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku yang berakhir 31 Desember 2023 senilai Rp 174,1 miliar. Sebesar Rp 2 miliar digunakan sebagai dana cadangan wajib Perseroan serta sisa laba bersih sebesar Rp172,1 miliar dicatat sebagai saldo laba.
Terkait kinerja tahun 2023, Archied menjelaskan, tahun lalu Intiland membukukan pendapatan Rp 3,9 triliun, naik Rp 758,1 miliar atau 24 persen dibanding tahun 2022. Pendapatan pengembangan berkontribusi Rp 3,1 triliun atau 80,3 persen dan melonjak 29 persen dibandingkan tahun 2022.
“Sementara pendapatan berkelanjutan (recurring income) berkontribusi Rp 771 miliar atau 19,7 persen dari keseluruhan naik 7 persen dibandingkan tahun 2022,” ungkapnya.
Bagaimana kinerja tahun 2024, Archied, mengaku masih penuh tantangan. Namun dia terus berupaya mencari solusi terbaik menigkatkan penjualan untuk menjaga tren pertumbuhan usaha jangka panjang.
Pada kuartal 1-2024, pihaknya membukukan penjualan Rp 232,6 miliar, turun 3,1 persen dari Rp 240,1 miliar pada kuartal 1-2023.
Kontributor utama dari penjualan rumah tapak di Serenia Hills, Talaga Bestari, Virya Semanan, Magnolia Residence, dan Tierra dengan nilai Rp 117,8 miliar.
Segmen mixed-use & high-rise mencatatkan sales Rp 32,6 miliar, berasal dari penjualan stok siap jual high-rise di Jakarta dan Surabaya.
Segmen kawasan industri membukukan sales Rp 82,2 miliar berasal dari penjualan kavling industri di Batang Industrial Park dan gudang di Aeropolis Technopark, Tangerang.
“Kami berusaha mengejar target sales tahun ini, khususnya dari penjualan unit-unit siap pakai di proyek-proyek perumahan maupun apartemen di Jakarta, Tangerang, dan Surabaya,” ujarnya.
Sementara, pendapatan usaha Perseroan per kuartal-1 2024 sebesar Rp 710,9 miliar, turun sebesar 53,9 persen dari Rp 1,54 triliun pada periode yang sama tahun 2023.
Pendapatan pengembangan memberikan kontribusi Rp 508,7 miliar atau 71,6 persen dari total pendapatan. Sedangkan recurring income berkontribusi Rp 202,2 miliar atau 28,4 persen.
Perseroan menyiapkan sejumlah langkah penting untuk meningkatkan kinerja penjualan, salah satunya lewat program promo “Intiland Sunshine Fair.” seperti rumah tapak, apartemen, SOHO, ritel, pergudangan, hingga unit perkantoran. Masyarakat bisa memanfaatkan insentif free PPN (PPN DTP).
"Tahun ini, kami akan fokus peningkatan penjualan, khususnya unit stok dan inventori di setiap proyek. Peluncuran proyek baru tetap jadi salah satu opsi strategi pertumbuhan, namun harus hati-hati dan mempertimbangkan daya serap pasar," pungkas Archied. (fix/jay)
Editor : Jay Wijayanto