BEBERAPA waktu lalu, muncul konten viral di linimasa media sosial yang menunjukkan sejumlah driver online yang mencium bendera merah putih ala prosesi naturalisasi.
Dalam narasi yang disampaikan, kejadian itu terjadi ketika salah satu perusahaan transportasi online membuka kesempatan pendaftaran bagi driver online.
Aksi spontan ini dilakukan karena mereka merasa bangga bisa diterima menjadi driver Gojek sebagai aplikasi asli karya anak bangsa.
Berdasarkan pantauan team redaksi Radar Surabaya, perusahaan transportasi online ini memang terlihat beberapa kali membuka pendaftaran bagi masyarakat Bali untuk bisa menjadi mitra dan mendapatkan kesempatan memperoleh penghasilan yang berkesinambungan.
Di Bali, ada satu kisah menarik bagaimana perusahaan transportasi online memberikan kesempatan bagi siapa pun termasuk kaum disabilitas. Dia adalah Fahrul Amrulloh, penyandang difabel warga Denpasar, Bali.
Kisah Arul (sapaan akrab Fahrul Amrulloh) sempat viral di Bali ketika dirinya diwawancara oleh seorang influencer asing yang sedang traveling di Bali.
Di dalam video tersebut, Arul -sang driver Gojek- diceritakan telah bergabung sejak 2018 lalu. Terlihat ia sangat mahir berkomunikasi dalam bahasa Inggris.
Ia bercerita tentang peristiwa yang membuat tangannya harus diamputasi di masa lampau.
Arul juga dikenal baik dan menjadi andalan bagi pelanggan serta rekan driver lainnya. Kemampuannya dalam berkomunikasi dengan baik menjadikannya sebagai salah satu driver dengan banyak komentar positif yang diterimanya dari pelanggan.
Sebelum bergabung dengan Gojek, Arul bekerja serabutan di Pantai Legian bersama dengan rekan-rekannya berbekal kemampuan bahasa Inggris yang dimilikinya.
Hari-harinya diisi dengan menjajakan minuman, menawarkan tikar dan papan selancar, hingga menjadi penerjemah percakapan.
“Di tahun 2018, saya mendengar ada pembukaan untuk menjadi driver Gojek, ya udah saya mencoba datang ke kantor Gojek melengkapi persyaratan dokumen. Setelah dokumen saya dinyatakan lengkap dan masuk ke proses wawancara, hanya satu pertanyaan yang disampaikan oleh tim Gojek yakni apakah bisa mengendarai motor dengan baik. Setelah saya jawab bisa, saya langsung diterima menjadi mitra driver Gojek,” paparnya semringah.
“Semudah itu prosesnya; betul-betul berbeda dengan pengalaman saat saya mencari pekerjaan di perusahaan lain yang nampaknya masih sulit untuk memberikan kesempatan kepada para difabel seperti saya. Di Gojek, saya merasa sangat dimudahkan, dan saat itu juga rasa percaya diri saya kembali meningkat,” ujar Arul.
Selama bergabung di Gojek, Arul juga merasakan adanya fleksibilitas waktu kerja, serta kecocokan dengan passion-nya yaitu di bidang hospitality atau pelayanan.
Inovasi teknologi yang dihadirkan Gojek dalam aplikasi untuk mitra driver juga dinilai sangat membantu dalam menjalankan aktivitas, salah satunya melalui fitur Pilih Layanan.
Pada fitur tersebut, Arul dapat memilih jenis layanan yang paling nyaman untuk ia jalankan.
Arul menyatakan, kesempatan yang diberikan Gojek membuatnya merasa dihargai.
”Bagi saya, Gojek sudah melekat di hati, Gojek lah yang bisa mengembalikan rasa percaya diri dan semangat saya untuk terus bisa mendapatkan nafkah. Wujud terima kasih saya untuk membalas kebaikan Gojek adalah dengan tetap memberikan pelayanan prima bagi masyarakat sehingga mereka semakin cinta dengan Gojek seperti saya.”
Menjadi driver online memang bisa menjadi solusi bagi masyarakat untuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan atau pun menjadi suatu batu loncatan sebelum bekerja formal.
Fleksibilitas waktu juga sering menjadi pertimbangan utama untuk bergabung menjadi driver online. (*/jay)
Editor : Jay Wijayanto