RADAR SURABAYA – Telur ayam menjadi salah satu komoditi yang paling banyak dibutuhkan.
Maklum, bahan pangan ini mempunyai banyak fungsi sekaligus manfaat.
Mulai dari fungsi sebagai lauk, campuran masakan hingga untuk memenuhi keperluan usaha, misalnya bisnis pembuatan roti.
Tak heran jika harga telur menjadi banyak perhatian.
Jika harga mahal, makan akan banyak mesyarakat yang resah.
Sebaliknya, jika harga mengalami penurunan maka tak sedikit pula pengusaha yang berkepentingan, kulak dalam jumlah lebih besar dari biasanya.
Di Jatim, harga telur ayam mengalami penurunan sejak sepekan terakhir.
Jika sebelumnya harga komoditas ini mencapai Rp 30 ribu per kilogram (kg), namum saat ini ada yang sudah mencapai di bawah Harga Acuan Pemerintah (HAP) Rp 27 ribu yakni Rp 26 ribu.
Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, harga rata-rata komoditas telur ayam per Senin (27/5) yakni Rp 27.855.
Untuk harga rata-rata tertinggi di Kota Blitar Rp 30 ribu.
Dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Magetan Rp 26.333.
Sementara itu untuk harga komoditas ini di sejumlah pasar Surabaya mencapai Rp 28 ribu.
Ketua Asosiasi Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) Rofi Yasifun kepada Radar Surabaya mengatakan harga telur ayam on farm di Blitar per Senin (27/5) Rp 23.700 – Rp 24 ribu.
Sedangkan Harga Pokok Produksi (HPP) Rp 24.500.
"Artinya harga on farm pada kisaran HPP, impas dengan banyak produksi. Yang efisien bisa sudah dapat profit sedikit, sedangkan yang kurang efisien bisa tidak cukup," katanya kepada Radar Surabaya.
Rofi mengaku harga telur ayam di pasaran relatif stabil pada kisaran Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu.
Menurutnya dengan harga saat ini, mulai hulu hilir mendapatkan margin wajar.
"Konsumen tidak keberatan jika harga Rp 30 ribu," sambungnya.
Sementara itu, Kantor Staf Kepresidenan (KSP) masih menemukan harga telur ayam masih di atas ketentuan Harga Acuan Pembelian (HAP) yang diatur pemerintah yakni Rp 27 ribu.
Namun, Deputi III Bidang Perekonomian KSP Edy Priyono mengatakan harga telur ayam di beberapa daerah masih terpantau lebih tinggi lagi, sehingga terjadi disparitas antar beberapa daerah.
"Perbedaan harga khususnya ada lima provinsi dengan harga tertinggi yaitu Maluku Utara Rp 39.200/kg, Papua Barat Rp 38.600/kg, Maluku Rp 37.400/kg, Papua Barat Rp 37.400/kg, dan Gorontalo Rp 34.550/kg," katanya dalam rapat koordinasi inflasi dikutip dari YouTube Kemendagri RI, Senin (27/5). (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa