Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Penyaluran Kredit Program di Jatim Mencapai Rp 8,9 Triliun, Penyerapan Terbesar dari Sektor Ini

Mus Purmadani • Selasa, 30 April 2024 | 14:08 WIB

 

KONSULTASI: Customer service Bank BRI sedang melayani konsultasi nsabah. (NOFILAWATI ANISA/RADAR SURABAYA)
KONSULTASI: Customer service Bank BRI sedang melayani konsultasi nsabah. (NOFILAWATI ANISA/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Jawa Timur Taukhid mengatakan penyaluran kredit program di Jatim hingga 31 Maret mencapai Rp 8,9 triliun.

Jumlah itudisalurkan kepada 206.681 debitur.

Kredit program tersebut terdiri atas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp8,8 triliun kepada 167.467 debitur, pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebesar Rp167,58 miliar kepada 39.214 debitur.

"Penyaluran KUR di Jatim tumbuh positif," kata Taukhid, Senin (29/4).

Taukhid menambahkan jumlah debitur KUR, meningkat 22,82 persen dan nilai nominal KUR juga mengalami peningkatan sebesar 69,08 persen.

Sementara dalam penyaluran UMi, jumlah debitur terkontraksi -32,04 persen, dan nominal penyaluran UMi juga terkontraksi sebesar -16,43 persen.

“Hal itu menunjukkan kinerja ekonomi regional membaik sehingga kinerja UMKM membaik pula yang ditandai dengan penyerapan KUR yang meningkat,” ujarnya.

Lebih lanjut Taukhid memprediksi, jumlah UMKM penerima kredit angka meningkat menjadi 2,2 juta debitur sampai akhir 2024.

Melampaui angka pencapaian di tahun 2022, yakni 1,8 juta debitur usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang terfasilitasi kredit.

Meningkatnya jumlah debitur program, kata Taukhid, selaras dengan perkiraan kinerja ekonomi regional yang akan membaik menuju ke arah normal, dia memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai kisaran 5 persen, lebih bagus daripada 2023.

"Ini terlihat dari tren membaiknya indikator ekonomi makro serta kinerja sektor manufaktur yang menjadi penyumbang terbesar," katanya.

Taukhid mengatakan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur triwulan IV/2023 sebesar 4,69 persen (yoy), sedikit melambat dibandingkan triwulan III/2023.

Namun menurutnya, Jawa Timur tetap menjadi kekuatan ekonomi ke-2 di Pulau Jawa dengan kontribusi 24,99 persen dan secara nasional berkontribusi sebesar 14,22 persen dari total PDB Indonesia di triwulan IV/2023. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#Debitur #penyaluran kredit #umkm #pertumbuhan ekonomi #kur #Ultra Mikro #djpb jatim