RADAR SURABAYA - Ekspor aneka komoditas dari Jawa Timur ke Amerika Serikat terus menggeliat. Negara adikuasa itu sejak dulu banyak meminta komoditas pakan ternak hingga premix.
Premix adalah campuran kompleks vitamin, mineral, elemen pelacak, dan bahan tambahan pakan lainnya yang dimasukkan pada kadar antara 0,2 dan 0,5 persen dalam pakan majemuk. Premix sangat diperlukan industri peternakan skala besar.
Sebanyak 152 ton premix diperiksa petugas karantina sebelum dikapalkan melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Selasa (23/4). Pakan ternak senilai Rp 1,63 miliar tersebut akan diekspor ke Amerika Serikat.
"Sertifikat KH 13 (Surat Keterangan Benda Lain) diterbitkan setelah dilakukan tindakan karantina oleh pejabat karantina hewan," ujar Ketua Tim Kerja Karantina Hewan Betty Fajarwati.
Betty menjelaskan, tindakan karantina berupa pemeriksaan fisik dan kesesuaian dokumen. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menjamin bahwa premix tersebut layak dikonsumsi ternak. Apalagi negara-negara maju dikenal sangat ketat dalam melindungi berbagai komoditas yang dimasukkan dari luar negeri.
Kepala Karantina Jawa Timur, Muhlis Natsir di tempat terpisah mengatakan, eksportir di bidang bahan pakan dan pakan ternak selalu diakomodasi Harapannya, memastikan produk yang di ekspor memiliki mutu yang bagus, serta sesuai dengan persyaratan negara tujuan.
"Dengan begitu, bahan pakan dan pakan ternak di Indonesia dapat diperhitungkan di pasar dunia,” ujar Muhlis. (rek)
Editor : Lambertus Hurek