Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BI: Kinerja Intermediasi Perbankan Jatim Tumbuh Positif Meski Melambat

Mus Purmadani • Selasa, 23 April 2024 | 15:07 WIB
Bank Jatim Data Nasabah yang Ajukan Restrukturisasi Kredit
Bank Jatim Data Nasabah yang Ajukan Restrukturisasi Kredit

SURABAYA - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Jawa Timur Erwin Gunawan Hutapea mengatakan kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif sejalan dengan risiko kredit yang terkendali pada tahun 2023 dan masih berlanjut hingga Triwulan 1 tahun 2024 (Februari).

“Kinerja kredit perbankan tumbuh kuat pada tahun 2023 yakni 8,45 persen year on year (yoy) disertai risiko kredit dan intermediasi yang terjaga,” ujarnya, Senin (22/4).

Menurutnya kinerja intermediasi perbankan di Jawa Timur pada Februari 2024 terpantau tumbuh positif dibandingkan triwulan IV tahun 2023.

Meski demikian, lanjut Erwin, sedikit melambat sejalan meningkatnya suku bunga kredit pada periode berjalan. “Perlambatan pertumbuhan kredit tersebut terjadi pada kredit korporasi,” katanya.

Secara sektoral, lanjut Erwin, perlambatan kinerja kredit terjadi terutama pada Lapangan Usaha (LU) Konstruksi. Ini tercermin dari penurunan konsumsi semen dan impor bahan bangunan pada periode berjalan.

“Risiko kredit terpantau meningkat, namun masih berada di bawah threshold (5 persen), sementara Rasio Likuiditas perbankan masih berada pada range yang aman,” terangnya.

Erwin mengungkapkan pada tahun 2024 kinerja ekonomi di Jawa Timur diperkirakan lebih tinggi dibandingkan tahun 2023. Yakni berada pada rentang 4,7 persen - 5,5 persen (yoy). “Tertutama ditopang oleh konsumsi domestik,” katanya.

Meski demikian, Erwin mengaku kondisi makro ekonomi Jawa Timur pada awal 2024 dihadapkan pada tekanan ganda. Yakni kondisi geopolitik global yang semakin dinamis serta tantangan menjaga daya ekonomi domestik.

“Kondisi geopolitik global tensinya menaik. Konflik Rusia-Ukraina belum rampung, ada ketegangan di Tiongkok, Israel, Iran dan laut merah. Kalau konflik berkepanjangan bisa menjadi persoalan,” jelasnya.

Erwin mengatakan imbas kondisi global terkini bisa menjadikan pertumbuhan ekonomi melambat. Dampak ke Indonesia bila kondisi ini berlanjut tentu ada, mengingat pasar ekspor menjadi salah satu penopang ekonomi nasional.

“Jatim sebagian besar industri berorientasi ekspor sehingga sedikit banyak akan terpengaruh,” pungkasnya. (mus/jay)

 

Editor : Jay Wijayanto
#risiko kredit #Intermediasi Perbankan #bi jatim