Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Permintaan Gula Diprediksi Meningkat 10 Persen Jelang Lebaran, Cukupkah Stok yang Dimiliki Jawa Timur?

Mus Purmadani • Selasa, 19 Maret 2024 | 17:10 WIB

 

BELANJA: Gula menjadi salah satu komoditas yang selalu mengalami kenaikan perminataan menjelang lebaran. (ANDY S/RADAR SURABAYA)
BELANJA: Gula menjadi salah satu komoditas yang selalu mengalami kenaikan perminataan menjelang lebaran. (ANDY S/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Kebutuhan gula masyarakat Jawa Timur mencapai 26.000 ton per bulan.

Namun menjelang lebaran diprediksi akan ada peningkatan permintaan sekitar 10 persen hingga 20 persen.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur Heru Suseno kepada Radar Surabaya, Senin (18/3).

Harga gula diperkirakan akan ada peningkatan mengikuti dengan biaya pokok produksi.

“Saat ini biaya pokok produksi tebu sedang menunggu persetujuan dari pusat. Sejauh ini petani tidak mengeluhkan harga tebu,” katanya.

Menurut Heru subsidi pupuk untuk komoditas tebu tidak terlalu banyak.

Menurutnya ini karena pupuk subsidi yang ada di daerah diutamakan untuk petani tanaman pangan.

Berdasarkan data taksasi Desember, produksi tebu di Jawa Timur tahun ini diperkirakan sebanyak 15.929.008 ton dan menghasilkan 1.194.971 ton gula.

“Produktivitas tebu diprediksi sebesar 70,61 ton per hektare karena masih terdampak El Nino pada tahun lalu yang menyebabkan produktivitas tebu belum bisa maksimal. Namun demikian, rendemen gula diestimasikan dapat optimis pada angka 7,5 persen dengan menunggu tebu pada waktu kemasakan optimal sehingga dapat meningkatkan produksi gula,” jelasnya.

Lebih lanjut Heru mengatakan kondisi iklim yang saat ini masih hujan mempengaruhi musim giling di Pabrik Gula (PG).

Ia menambahkan dijadwalkan PG memulai giling pada bulan Mei bahkan ada yang Juni untuk memaksimalkan tebu agar dapat mendekati fase kemasakan optimal.
Heru mengatakan stok Gula Kristal Putih (GKP) mencapai 191.191 ton.

Dari jumlah itu yang ada pada petani 23.475 ton, pada pedagang 158.692 ton, pabrik 5.043 ton.

“Kemudian untuk raw sugar yang belum diolah sebanyak 75.020,5 metric ton,” pungkasnya. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#stok gula #jelang lebaran #pabrik gula #permintaan gula #Jawa Timur