RADAR SURABAYA – Belanja produk dalam negeri yang dilakukan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus mengalami peningkatan.
Direktur Supply Chain SIG, Yosviandri mengatakan, pada tahun 2023, SIG dan anak usahanya mencatatkan realisasi belanja produk dalam negeri sebesar Rp 23,74 triliun.
Jumlah itu mencapai 92,92 persen dari total belanja barang dan jasa sebesar Rp 25,55 triliun.
“Capaian tersebut meningkat 6,4 persen dari realisasi belanja di pos yang sama pada 2022 sebesar Rp 22,31 triliun,” ungkap Yosviandri dalam keterangan resminya yang diterima Radar Surabaya, Sabtu (9/3).
Ia menjelaskan, belanja produk dalam negeri merupakan langkah strategis untuk membangun industri Tanah Air yang berdaulat dan mandiri.
“Dengan begitu diharapkan akan banyak lapangan kerja yang terbuka sehingga mendukung pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional,” lanjutnya.
Dengan posisi belanja produk dalam negeri sebesar itu, SIG kembali meraih Penghargaan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) tahun 2024.
Yakni sebagai Pengguna Produk Dalam Negeri Terbaik kategori Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Penghargaan diberikan oleh Kementerian Perindustrian Republlik Indonesia.
Capaian ini ini menjadikan SIG sebagai BUMN yang berhasil meraih P3DN dua tahun berturut-turut.
Setelah pada tahun 2023 lalu juga berhasil meraih penghargaan di kategori yang sama.
Penghargaan diserahkan oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita kepada Direktur Supply Chain SIG, Yosviandri dalam rangkaian acara Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian.
Yosviandri menambahkan SIG berterima kasih atas apresiasi dari pemerintah tersebut.
SIG membuka kesempatan yang luas bagi industri besar dan usaha kecil menengah dalam negeri untuk menjadi bagian dalam rantai pasok SIG.
“Dalam upaya meningkatkan capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), SIG juga memberikan pembinaan dan pendampingan bagi UMKM agar mampu memasok produk yang andal secara teknis dan ekonomis sesuai standar kualitas, biaya dan pengiriman,” kata Yosviandri. (opi)