SURABAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat luas panen padi pada 2023 mencapai sekitar 1,698 juta hektare. Ini mengalami kenaikan sebanyak 4,87 ribu hektare atau 0,29 persen dibandingkan luas panen padi di 2022 yang sebesar 1,693 juta hektare.
“Produksi padi pada 2023 yaitu sebesar 9,71 juta ton GKG, mengalami kenaikan sebanyak 184,15 ribu ton atau 1,93 persen dibandingkan produksi padi di 2022 yang sebesar 9,53 juta ton GKG,” ujar Kepala BPS Jatim, Zulkipli, Minggu (3/3).
Zulkipli mengatakan produksi beras pada 2023 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 5,61 juta ton. Mengalami kenaikan sebanyak 106,33 ribu ton atau 1,93 persen dibandingkan produksi beras di 2022 yang sebesar 5,50 juta ton.
“Produksi padi Januari – April 2024 diperkirakan mengalami penurunan sebesar 15,38 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Produktivitas SR I 2024 diharapkan dapat mencapai hasil yang optimal,” ungkapnya.
Lebih lanjut Zulkipli mengatakan luas panen padi Januari - Desember 2023 mengalami peningkatan sebesar 0,29 persen dibanding Januari – Desember 2022.
“Potensi luas panen Januari-April 2024 diperkirakan mencapai sekitar 676,53 ribu hektare atau mengalami penurunan sebesar 15,71 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya,” katanya.
Menurut Zulkipli pada tingkat petani harga gabah dengan kualitas Gabah Kering Panen (GKP) pada bulan Februari 2024 naik sebesar 10,67 persen dibanding Januari 2024. Demikian juga dengan harga gabah kualitas Gabah Kering Giling (GKG) mengalami kenaikan sebesar 7,98 persen.
“Di tingkat penggilingan harga beras untuk semua kualitas pada bulan Februari 2024 mengalami kenaikan dibanding Januari 2024. Premium naik sebesar 11,39 persen, medium naik 12,07 persen dan kualitas rendah naik sebesar 11,34 persen,” ungkapnya. (mus)
Editor : Jay Wijayanto