SURABAYA – Dalam proses pelaksanaan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) selalu mengedepankan tanggung jawab dalam hal perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring evaluasi terkait program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL).
General Manager PLN UIP JBTB, Anang Yahmadi menyampaikan bahwa wilayah kerja pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di PLN UIP JBTB tersebar di empat unit pelaksana proyek (UPP). Yakni UPP JBTB 1 Yogyakarta, UPP JBTB 2 Surabaya, UPP JBTB 3 Malang, dan UPP JBTB 4 Bali.
“Sinergitas tinggi antara PLN dan stakeholder tidak hanya dirasakan melalui program kelistrikan. Namun juga sumbangsih melalui program TJSL yang dikenal dengan nama PLN Peduli,” tambah Anang saat kegiatan “Koordinasi, Monitoring, dan Evaluasi Rutin Antara PLN UIP JBTB Dengan Mitra Binaan Program TJSL”, Rabu (24/1).
Dalam kegiatan tersebut, hadir dua mitra binaan PLN UIP JBTB. Yaitu Pendidikan Bersinar Kampoeng Batara Papring, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kampung Susu Kopi Banyuanyar, Ampel Boyolali Jawa Tengah
“Dua mitra binaan ini khusus kami undang langsung untuk melakukan koordinasi, monitoring, dan evaluasi rutin dikarenakan mereka selain berhasil meningkatkan kondisi sosial ekonomi warganya juga telah berhasil menaikkan citra positif PLN UIP JBTB,” terang Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi, Eko Rahmiko.
Di Kampoeng Batara Papring, tambah Eko, tak hanya telah meningkatkan kualitas pendidikan, namun mereka juga meraih juara I PLN CID Award Tahun 2023 Kategori Pendidikan dan Predikat Platinum pada Indonesia CSR Award (ICA Award) 2023.
“Sementara itu keberhasilan di Kampung Susu Kopi adalah membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat desa Banyuanyar sehingga mengurangi angka pengangguran, memunculkan pertumbuhan dan perkembangan UMKM, serta adanya kenaikan jumlah wisatawan yang berkunjung,” tutup Eko. (*/jay)
Editor : Jay Wijayanto