Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pelaporan Uang Palsu di Jatim Sepanjang 2023 Turun 20 Persen jadi 19.872 Lembar

Jay Wijayanto • Jumat, 2 Februari 2024 | 00:43 WIB
Uang rupiah emisi tahun 2022. Kantor BI Surabaya mencatat pelaporan upal turun 20 persen pada bulan Desember 2023.
Uang rupiah emisi tahun 2022. Kantor BI Surabaya mencatat pelaporan upal turun 20 persen pada bulan Desember 2023.

SURABAYA - Sepanjang 2023 pelaporan uang palsu di Jatim berjumlah 19.872 lembar. Yakni mengalami penurunan 30 persen dibandingkan dengan tahun 2022 yang berjumlah 28.389 lembar.

Hal tersebut disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Bandoe Widiarto, Rabu (31/1).

Menurutnya proporsi temuan uang palsu pada tahun 2023 (ytd) didominasi oleh pecahan Rp100.000 (63,1 persen), pecahan Rp50.000 (27,2 persen), pecahan Rp20.000 (2,3 persen), pecahan Rp10.000 (5,4 persen) dan pecahan Rp5.000 (1,7 persen).

"Sedangkan pelaporan uang palsu di Jatim pada bulan Desember 2023 berjumlah 1.791 lembar atau mengalami penurunan 20,2 persen dibandingkan dengan bulan November 2023 yang berjumlah 2.153 lembar," katanya.

Lebih lanjut Bandoe mengatakan strategi penanggulangan peredaran uang palsu pada masyarakat oleh KPw BI Jawa Timur dilakukan secara berkesinambungan dengan mengedukasi masyarakat untuk mengenali ciri-ciri keaslian uang Rupiah.

"Dan saat menemukan uang Rupiah yang diduga palsu, untuk melaporkannya kepada Kantor Bank Indonesia atau Kepolisian terdekat," harapnya.

Sementara itu KPw BI Jatim mencatat adanya tren penurunan kredit macet perbankan atau Non Performing Loan (NPL).

Kepala KPw BI Jatim Doddy Zulverdi mengatakan, turunnya NPL perbankan dapat memacu pertumbuhan ekonomi Jatim di 2024. "Kualitas kredit yang terjaga membuat NPL perbankan di Jatim trennya menurun," ujarnya.

Ia menambahkan penyaluran kredit perbankan di Jatim secara year on year (yoy) Desember 2022-Desember 2023 meningkat 8,45 persen dan trennya terus naik.

Indikatornya, terang Doddy, pada triwulan ke-2 tahun 2022 penyaluran kredit perbankan di Jatim mencapai 7,27 persen naik 8,17 persen pada periode yang sama tahun 2023.

Sementara di triwulan ke-4 tahun 2023, tambah Doddy, pertumbuhan kredit naik lagi menjadi 8,45 persen, ini disertai dengan tingkat kualitas kreditnya yang terjaga, yang membuat NPL perbankan di Jatim turun di triwulan ke-3 tahun 2023.

"Ini suatu yang positif karena kita mampu terus mendorong kredit perbankan di Jatim tanpa memicu kenaikan kredit macet," katanya.

Lebih lanjut Doddy mengatakan kredit perbankan baik kepada korporasi, perusahaan, rumah tangga, kredit konsumsi terutama masih naik dan positif.

Menurutnya ini menunjukkan bahwa optimisme perbankan di Jatim dalam menyalurkan kredit baik itu ke korporasi, rumah tangga itu masih tinggi ditengah ketidakpastian yang ada namun perbankan di Jatim masih optimis.

"Sehingga perbankan masih terus melakukan ekspansi penyaluran kredit di Jatim," ungkapnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, saat ini yang perlu kita dorong adalah upaya untuk mencari peluang-peluang, agar perbankan bisa terus mencari area-area atau sektor-sektor yang bisa berpotensi dalam peningkatan kredit perbankan

"Jadi dari sisi intermediasi perbankan, kredit macet di Jatim trennya terus menurun sepanjang 2023 dan ini baik untuk kondisi perekonomian di Jatim," pungkasnya. (mus/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#uang palsu #bank indonesia (bi) #peredaran upal