RADAR SURABAYA - Sejumlah nelayan di Jawa Timur mengeluh karena harga ikan turun sejak dua bulan terakhir.
Padahal jumlah tangkapan ikan para nelayan ini melimpah ruah.
Berdasarkan pantauan Radar Surabaya, harga ikan tongkol dan ikan layang di Muncar, Banyuwangi, per kilogram (kg) Rp 5.000 hingga Rp 7.000.
Padahal biasanya harga ikan jenis ini seharusnya pada kisaran Rp 10.000 lebih per kilogram.
Sementara itu di Pasar Pabean Surabaya, saat musim kemarau, ikan seperti tongkol harganya Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per kg.
Masuk musim hujan saat ini, harganya turun menjadi Rp 20.000 hingga Rp25.000 per kg.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur Muhammad Isa Ansori kepada Radar Surabaya membenarkan terjadinya penurunan harga ikan.
Menurutnya, hal ini disebabkan oleh hasil tangkapan nelayan yang melimpah sehingga stok banyak.
"Kami berupaya menjalin kerja sama dengan perusahaan untuk menyalurkan hasil tangkapan ini. Selain itu kami juga memfasilitasi akses pasar dan penguatan mutu produk hasil perikanan UMKM pengolah dan pemasar ikan," katanya.
Isa mengaku pihaknya juga memfasilitasi akses pasar dan penguatan mutu produk hasil perikanan UMKM pengolah dan pemasar ikan.
Kemudian ada pelestarian sumberdaya ikan, memberi stimulan usaha hingga pelestarian ekosistem.
"Kami juga menyediakan cold storage untuk menyimpan hasil tangkapan ikan nelayan," terangnya.
Diungkapkannya, melimpahnya hasil tangkapan ikan ini merupakan sebuah prestasi.
"Artinya ekosistem laut Jatim sudah baik. Sehingga ikan banyak berada di perairan laut Jatim," katanya.
Menurutnya, total produksi perikanan tangkap di Jawa Timur tahun 2023 mencapai 590.685,8 ton.
Di Jatim, komoditas unggulan perikanan tangkap ada dua yakni tongkol dengan hasil produksi mencapai 65.532,3 ton dan lemuru 79.952,3 ton.
Terdapat tiga jenis komoditas unggulan perikanan budidaya di Jawa Timur yang mencapai hasil produksi paling tinggi.
Ketiga komoditas tersebut ialah rumput laut dengan capaian produksi sebesar 733.368,1 ton, bandeng dengan capaian produksi sebesar 162.788,1 ton, dan lele dengan capaian produksi sebesar 157.770,7 ton.
"Produksi perikanan tangkap dan budidaya ini tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan didalam provinsi saja melainkan juga berhasil menembus pasar luar negeri," pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa