SURABAYA - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur Dwi Cahyono mengatakan, okupansi atau keterisian hotel di Jawa Timur pada saat libur Natal mencapai 60 hingga 70 persen. Untuk Malang, Pasuruan, Batu, dan Banyuwangi, rata-rata okupansi saat Natal 60 persen sampai 70 persen.
“Sedangkan Surabaya, Sidoarjo dan Kediri saat Natal okupansinya 60 persen,” katanya, Rabu (27/12).
Dwi menambahkan untuk tahun baru, okupansi hotel diprediksi melampaui saat libur Natal. Lonjakan itu tak hanya di kota wisata, melainkan juga di Kota Surabaya.
“Persentase saat tahun baru, diprediksi lebih tinggi dibanding Natal,” jelasnya.
Menurutnya untuk kawasan yang memiliki destinasi wisata, okupansi hotel saat tahun baru diprediksi 90 persen sampai dengan 100 persen.
Kalau Surabaya, Sidoarjo, Kediri, Jember dan sekitarnya Tahun Baru 85 persen.
“Okupansi hotel tahun ini sudah hampir menyentuh capaian sebelum pandemi Covid-19. Namun pemesanannya tidak lagi jauh-jauh hari. Sudah hampir sama, bedanya kalau dulu sejak awal Desember sudah pick up 80 persen. Kalau sekarang, mendekati baru 80 persen,” ungkapnya.
Dwi menyebut, untuk menarik pengunjung dan mengembalikan okupansi seperti sebelum pandemi, sejumlah hotel yang membuat even tahun baru.
Namun tak sedikit pula yang mempertimbangkan budget untuk acara perayaan malam pergantian tahun. “Masyarakat lebih bijak memilih harga dan materi even yang kompetitif,” pungkasnya. (mus/jay)
Editor : Jay Wijayanto